MUNCULNYA PEMIKIRAN EKONOMI

MUNCULNYA PEMIKIRAN EKONOMI
emikiran Ekonomi sesungguhnya merupakan sebuah reaksi dari kebutuhan hidup dalam mencapai kebahagian. Lahirnya pemikiran ekonomi merupakan cara atau upaya manusia dalam menghadapi masalah kelangkaan (scarcity. Dari sinilah muncul defi nisi ilmu ekonomi yang dipegang hinga kini perspektif ekonomi barat, yaitu “sebuah kajian tentang perilaku manusian antara hubungan tujuan-tujuan dan alat-alat pembatas, yang mengundang pilihan dalam penggunaannya” atau dalam pengertian lain Ilmu ekonomi di defi nisikan studi tentang pemanfaatan sumber daya yang langka atau terbatas (scarcity) untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas (unlimited). Dari sini menandakan bahwa pemikiran ekonomi adalah bergaris lurus terhadap hadirnya manusia itu sendiri dimuka bumi. Dimana pemikiran ekonomi merupakan cara dan bagian manusia itu sendiri yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan.

Al-Qur’an sebagai sumber pedoman kehidupan (way of life) telah mencatat  gimana terjadinya  kompetisi antara Habil dan Qabil dalam melakukan pengorbanan terbaik untuk memperoleh sebuah hasil yang dijanjikan. Lebih lanjut dalam peradaban sejarah Mesir kuno disebutkan bagaimana tugas Yusuf As sebagai mentri keuangan (bendahara raja) yang harus melakukan management terhadap bahan pangan untuk menyikapi krisis yang akan melanda negri Mesir saat itu.

Dalam peradaban Sumeria telah ditemukan bukti bahwa sesungguhnya masyarakat saat itu Dalam peradaban Sumeria telah ditemukan bukti bahwa sesungguhnya masyarakat saat itu simpan pinjam. Ditemukan bukti bahwa pada masa kejayaan Sumeria (sekitar 3000-1900 SM) telah terdapat sistem kredit yang sistematik. Sistem ini juga mengandung unsur riba, dimana untuk bahan makanan (gandum) tingkat suku bunganya adalah sebesar 33,33% setahun sedangkan untuk uang (perak) sebesar 20% setahun.

Said Saad Morton menjelaskan selanjutnya seorang raja yang berkeinginan menghilangkan budaya korup di kalangan masyarakat Sumeria dengan menghilangkan sistem interest rate dalam budaya korup di kalangan masyarakat Sumeria dengan menghilangkan sistem interest rate dalam tata cara peminjaman dengan sistem barter dan menetapkan batas inters rate. Ketentuan tersebut berlaku hingga hampir 1.200 tahun lamanya. Selanjutnya praktik pembungaan uang dalam transaksi simpan pinjam terus berlangsung zaman Assyria (732-655 SM), Neo Babylonia (625-539SM), Persia (539-333 SM), Yunani (500-100 SM) dan Romawi (500-90 SM). Selain itu, terdapat pula bukti-bukti yang menunjukkan bahwa pinjamanyang diberikan oleh penguasa eropa (raja-raja) pada masa lalu juga berdasarkan atas inters rate. Hal ini memberikan bukti bahwa sesungguhnya praktek ekonomi merupakan bagian dari proses kehidupan manusia.

Harus diakui, formalisasi ekonomi sebagai sebuah ilmu merupakan peran dari para ekonomi barat dalam menyikapi masalah ekonomi itu sendiri. Sebagai suatu body of doctrine yang mencakup fenomena ekonomi dalam masyarakat, ilmu ekonomi modern digagas oleh Adam Smith pada abad ke-18 dengan dipublikasikannya The Wealth of Nation. Pemikiran Adam Smith tersebut merupakan bentuk pemikiran dalam menyikapi prilaku ekonomi. Selanjutnya bentuk pemikiran yang bersumber dari realitas kehidupan ini melahirkan sebuah konsep positive economics.

Dalam doktrin ekonomi menjelaskan bahwa, munculnya ekonomi modern di dasari pada sebuah fenomena prilaku manusia  (scale of preference) dalam menyikapi kebutuhan yang tidak terbatas pada satu sisi dan munculnya kelangkaan bahan baku (barang/jasa) disisi lain. Selain itu, masalah sosial, ekonomi, budaya dan geografi s tempat lahirnya ilmu ekonomi modern juga menjadi bagian yang selanjutnya mewarnai dan menjadi ruh dalam pengembangan ilmu ekonomi itu sendiri.

Sejarah mencatat bahwa pada abad pertengahan merupakan puncak dari gejolak perseteruan antara para cendekiawan yang berfi kir logis dengan para agamawan yang berfi kir teologis. Dikotomi agama dan logika pada masa kegelapan (dark ages) yang terjadi di Eropa menjadi warna tersendiri yang mempengaruhi pemikiran ekonomi menjadikan ilmu ekonomi selanjutnya sangat sekuler. besarnya kekuasaan gereja katolik yang mendominasi tanah Eropa dengan doktrin yang meninggalkan kehidupan dunia dan cenderung berlawanan dengna para cedekiawan menimbulkan gesekan dan pergerakan untuk mengikis kekuasaan gereja. Pergerakan yang dimotori oleh para cendekiawan dan para petani inilah yang pada akhirnya memunculkan suatu aliran pemikiran bahwa harus terjadi suatu pembedaan atau pembatasan antara aktivitas agama dengan aktivitas dunia, sebab munculnya pemikiran keilmuan seringkali dianggap bertentangan dengan doktrin gereja pada masa itu.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Kumpulan Artikel News Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger