Kredit Menurut Undang-Undang Perbankan

Kredit Menurut Undang-Undang Perbankan
UU No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah 
dengan UU No. 10 Tahun 1998 (UU Perbankan) mendefinisikan kredit sebagai 
penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan 
persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain 
yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka 
waktu tertentu dengan pemberian bunga. Berdasarkan pasal tersebut terdapat 
beberapa unsur perjanjian kredit yaitu : 
a. Penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu; 
b. Berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara 
bank dengan pihak lain 
c. Terdapat kewajiban pihak peminjam untuk melunasi utangnya dalam 
jangka waktru tertentu; 
d. Pelunasan utang yang disertai dengan bunga. 

Unsur pertama dari Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang 
dapat dipersamakan dengan itu; uang di sini seiogianya ditafsirkan sebagai 
sejumlah dana (tunai dan saldo rekening giro) baik dalam mata uang rupiah 
maupun valuta asing. Dalam pengertian “penyediaan tagihan yang dapat 
dipersamakan dengan itu” adalah cerukan (overdraft), yaitu saldo negatif pada 
rekening giro nasabah yang tidak dapat dibayar lunas pada akhir hari, 
pengambilalihan tagihan dalam rangka kegiatan anjak piutang (factoring) dan 
pengambilalihan (pembelian) kredit atau piutang dari pihak lain seperti 
negosiasi hasil ekspor. 

Unsur kedua dari kredit adalah persetujuan atau kesepakatan antara bank 
dan debitur. Sesuai dengan Pasal 1320 KUHPerdata, agar suatu perjanjian 
menjadi sah diperlukan empat syarat, yaitu kesepakatan para pihak, kecakapan 
untuk membuat perjanjian, terdapat obyek tertentu dan ada suatu kausa (cause) 
yang halal. Selain kesepakatan antara debitur dan kreditur juga diperlukan ketiga 
syarat lain tersebut di atas sebagai dasar untuk menyatakan sahnya suatu 
perjanjian. 

Unsur ketiga dari kredit adalah adanya kewajiban debitur untuk 
mengembalikan jumlah keseluruhan kredit yang dipinjam kepada kreditur dalam
jangka waktu tertentu. Hal ini merupakan konsekuensi logis dari adanya 
hubungan pinjam meminjam antara debitur dan kreditur. 

Unsur yang terakhir adalah adanya pengenaan bunga terhadap kredit 
yang dipinjamkan. Bunga merupakan nilai tambah yang diterima kreditur dari 
debitur atas sejumlah uang yang dipinjamkan kepada debitur dimaksud. 
Selain pengertian mengenai Kredit sebagaimana dimaksud di atas, dalam 
UU Perbankan juga dikenal adanya Pembiayaan berdasarkan Prinsip Syariah 
yang merupakan bentuk penyediaan dana yang dilakukan oleh Bank yang 
melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah. Pembiayaan 
berdasarkan Prinsip Syariah adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat 
dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara 
bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak yang dibiayai untuk 
mengembalikan uang atau tagihan tersebut setelah jangka waktu tertentu 
dengan imbalan atau bagi hasil.

Namun, dalam tulisan ini hanya akan dibahas mengenai beberapa 
regulasi Bank Indonesia mengenai kredit berdasarkan prinsip konvensional 
yang berlaku bagi Bank Umum. 

Pemanfaatan Search Engine Sebagai Sarana Penunjang Proses Pembelajaran

Pemanfaatan Search Engine Sebagai Sarana Penunjang Proses Pembelajaran
Hakekat dari pendidikan sebagai sebuah usaha “the acquisition of knowledge” 
merupakan suatu perjalanan hidup yang tiada henti, dimulai semenjak 
seseorang dilahirkan hingga yang bersangkutan kembali ke pangkuan Sang 
Pencipta. Sebagai seorang insan pendidikan, penulis merasa bahwa proses 
belajar pada jaman moderen ini terasa amat menyenangkan. Salah satu 
penyebab utama mengapa mencari ilmu dewasa ini terasa begitu mengasyikkan 
karena untuk pertama kalinya seseorang dapat berkelana kemana saja 
diinginkan – untuk mencari sumber pengetahuan, berinteraksi dengan para 
profesor terkemuka, mengakses ragam perpustakaan kelas dunia, dan lain 
sebagainya – tanpa harus beranjak dari tempat duduk. Semua ini sangat 
dimungkinkan karena adanya perkembangan teknologi informasi yang sangat 
pesat, terutama dengan dilahirkannya internet di tengah-tengah masyarakat. 
Internet sebagai sebuah jaringan raksasa yang menghubungkan berjuta-juta 
komputer di dunia tidak saja sekedar berfungsi sebagai medium tukar menukar 
informasi secara cepat dan murah semata, namun telah menjadi sebuah gudang 
pengetahuan yang tak ternilai harganya. Dengan berkembangnya kuantitas 
pemakai komputer dan meningkatnya jumlah pengguna internet, maka nilai 
manfaat dari internet sebagai pusat ilmu pengetahuan pun bertambah secara 
eksponensial. 

Namun sayangnya, kebanyakan dari mereka yang telah terbiasa berinteraksi di 
dunia maya rata-rata baru mempergunakan 5-10% dari “kekuatan” internet 
yang sebenarnya. Hal ini disebabkan karena banyaknya para pengguna internet 
belum mengetahui teknik “searching” yang tepat dan efektif sehingga yang 
bersangkutan dapat memperoleh data, informasi, maupun pengetahuan yang 
relevan dengan apa yang dibutuhkannya, terutama dalam usahanya untuk 
mengembangkan diri dan mempermudah pekerjaan atau aktivitas sehari-hari. 

Padahal, hampir seluruh sekolah-sekolah terkemuka di Asia maupun di 
Australia, Eropa, dan Amerika, kemampuan untuk mengakses internet secara 
“advance” telah menjadi prasyarat utama yang harus dimiliki oleh seluruh 
stakeholder pendidikan. Bahkan mereka beranggapan bahwa jika praktisi 
pendidikan tidak paham dan melek internet, berarti sekolah di tempat mereka 
mengajar masih jauh dari kriteria lembaga pendidikan ideal dan berkualitas. 

Buku ini sengaja disusun bagi para stakeholder pendidikan, yaitu: guru, murid, 
orang tua, kepala sekolah, dosen, peneliti, profesor, dan para praktisi 
pendidikan yang ingin meningkatkan kualitas penyelenggaraan proses belajar 
mengajarnya melalui pemanfaatan “search engine” sebagai alat bantu. Tidak 
ada syarat apapun yang diperlukan untuk dapat memahami buku ini, kecuali 
yang bersangkutan telah terbiasa menggunakan komputer dan internet 
(menjalankan aplikasi “browser” semacam Internet Explorer atau Netscape). 

Ragam Search Engine 
Satu-satunya alat atau fasilitas yang dipergunakan untuk mengeksplorasi 
berbagai data, informasi, dan pengetahuan yang ada di internet adalah mesin 
pencari atau yang biasa disebut sebagai “Search engine”. Search engine adalah 
sebuah program yang dapat diakses melalui internet yang berfungsi untuk 
membantu pengguna komputer dalam mencari berbagai hal yang ingin 
diketahuinya. Di internet, terdapat ratusan bahkan ribuan search engine yang 
dapat diakses secara cuma-cuma. Karena sifatnya sebagai pintu gerbang bagi 
para pengguna sebelum memasuki situs (website) yang diinginkan, banyak yang 
menyebut search engine sebagai portal (bandingkan dengan fungsi portal di 
dunia nyata, yang kerap ditemui di pintu masuk ke sebuah kompleks 
perumahan). 

Dari berbagai search engine yang ada, yang paling populer diantaranya adalah: 
Google, Yahoo, dan Altavista (penulis menganjurkan agar para pemula 
mempergunakan Google untuk latihan melakukan teknik pencarian). Melalui 
aplikasi browsing semacam Internet Explorer atau Netscape, ketiga mesin 
pencari ini dapat diakses melalui alamat: www.google.com, www.yahoo.com, 
dan www.altavista .com. Gambar berikut memperlihatkan contoh tampilan 
sebuah search engine Google dalam bahasa Indonesia. 

Adapun daftar search engine terkemuka lainnya yang ada di internet antara lain 
seperti yang disebutkan di bawah ini: 
1. AOL Search at http://search.aol.com/
2. AltaVista at www.altavista.com 
3. Ask Jeeves at www.askjeeves.com 
4. Direct Hit at www.directhit.com 
5. Excite at www.excite.com 
6. FAST Search at www.alltheweb.com 
7. Google at www.google.com
8. HotBot at www.hotbot.com 
9. IWon at http://home.iwon.com 
10. Inktomi at www.inktomi.com
11. LookSmart at www.looksmart.com 
12. Lycos at www.lycos.com 
13. MSN Search at http://search.msn.com 
14. Netscape Search at http://search.netscape.com 
15. Northern Light at www.northernlight.com 
16. Open Directory at http://dmoz.org 
17. RealNames at www.realnames.com 
18. Yahoo at www.yahoo.com 

MENGEMBANGKAN PERPUSTAKAAN SEJALAN DENGAN KEBUTUHAN NET GENERATION

MENGEMBANGKAN PERPUSTAKAAN SEJALAN DENGAN KEBUTUHAN NET GENERATION
Generasi yang tumbuh dan berkembang saat ini dibesarkan dalam dominasi penggunaan 
teknologi informasi dan komunikasi yang disebut sebagai internet atau net generation. 
Ketergantungan yang sangat tinggi terhadap internet menyebabkan mereka lebih menggunakan 
internet sebagai sumber informasi dibandingkan perpustakaan. Dari berbagai survey ditemukan 
bahwa net generation mengakui pentingnya perpustakaan sebagai sumber informasi, tetapi bagi 
mereka internet lebih menjanjikan kemudahan penggunaan dan kecepatan akses. 
Perpustakaan perlu melakukan pengembangan perpustakaan dari sisi teknologi informasi, 
fasilitas fisik, koleksi maupun layanan perpustakaan sesuai dengan karateristik net generation
agar mereka mau melirik dan tertarik untuk datang ke perpustakaan secara fisik maupun maya.

Abad 21 membawa kita pada sebuah periode besar transisi sejarah, yaitu perubahan yang 
sedang mempengaruhi kita tidak terbatas di satu wilayah di muka bumi, tetapi menjangkau 
hampir setiap tempat karena perubahan teknologi informasi yang bersifat konvergensi, dimana 
teknologi pengolahan, penyimpanan dan penyebaran informasi terkait dalam telekomunikasi 
(Giddens, 2001; Webster, 2006). Sehingga akses informasi dapat dengan mudah dilakukan 
menggunakan teknologi informasi yang sekaligus berfungsi sebagai alat telekomunikasi. 

Perubahan tersebut tentu saja membawa perubahan pada ekonomi, sosial dan budaya pada 
masyarakat, dan tentu saja pada generasi yang dibesarkan dalam masyarakat informasi, dimana 
penggunaan teknologi informasi sangat mendominasi berbagai bidang kehidupan manusia.

Generasi yang dibesarkan dalam dominasi penggunaan teknologi informasi dikenal 
dengan sebutan internet generation atau net generation. Generasi ini lahir tahun 1994 sampai 

dengan sekarang. Generasi ini disebut dengan net generation untuk merepresentasikan generasi 
yang lahir di tengah pertumbuhan komputer dan internet yang sangat pesat. Mereka tumbuh 
dalam dunia world wide web. Net generation disebut juga sebagai Z generation atau generasi 
platinum atau the native gadget (Suprapto, 14 Maret 2010). 

Apapun definisinya, net generation sangat berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya 
terutama kemampuannya dalam memanfaatkan gadget. Mereka ini sangat paham berinteraksi 
dengan gadget atau peralatan teknologi informasi dan komunikasi (information and 
communication technology). Mereka seakan dikendalikan oleh industri teknologi informasi dan 
komunikasi, dan mereka tidak dapat membayangkan kehidupan tanpa internet. Akibatnya net 
generation juga memiliki pola pencarian informasi atau memiliki perilaku pencarian informasi 
yang sangat berbeda dengan generasi sebelumnya terkait dengan penggunaan teknologi 
informasi untuk mengakses informasi. Tulisan ini mencoba menjawab berbagai pertanyaan 
seputar karakteristik net generation berkaitan dengan perubahan pola penggunaan perpustakaan 
oleh net generation dan memberikan gagasan pengembangan perpustakaan sejalan dengan 
kebutuhan mereka.

KARAKTERISTIK NET GENERATION
Ada banyak artikel dan penelitian yang sudah mempelajari karakteristik generasi ini
(Lippincott, 2005; Woodall, 2004, Morgan, 2005 Generasi internet adalah generasi yang sangat 
cerdas teknologi. Internet telah menjadi media utama mereka. E-mail dan pesan instan adalah 
bentuk yang lebih disukai dalam komunikasi. Hal ini tidak mengherankan bahwa survei OCLC 
menunjukkan mahasiswa di universitas yang ada di seluruh wilayah di Amerika memulai 
penelitian mereka dari search engine. Ini telah dikonfirmasi di berbagai studi dan jumlah 
tampaknya untuk meningkat selama bertahun-tahun.

Ciri-ciri net generation (Oblinger & Oblinger, 2005)
1. Digital literate
Setelah terbiasa dan tumbuh dengan akses yang luas terhadap teknologi net generation
tumbuh sebagai generasi yang memiliki kemampuan digital yang baik. Mereka dengan 
mudah menggunakan berbagai teknologi digital dan visual dan lebih menyukai tampilan 
visual dibanding dengan teks (Oblinger & Oblinger, 2005). 

2. Selalu terhubung
Net generation selalu terhubung dengan dunia luar melalui internet mobile yang mereka 
bawa kemana-mana. Melalui laptop, mobile phone mereka selalu terkoneksi dengan 
informasi dan komunitas dunia maya. Keterhubungan dengan dunia maya inilah yang 
menyebabkan mereka sangat tergantung dengan keberadaan internet. 

3. Segera
Net generation selalu menginginkan kecepatan, apakah itu berhubungan dengan respon 
yang mereka harapkan maupun kecepatan dalam memperoleh informasi. Mereka terbiasa
melakukan multitasking dalam memperoleh informasi ataupun dalam melakukan apapun, 
Mereka dengan cepat bergerak dari satu aktifitas ke aktifitas lainnya dan kadang mereka 
melakukannya secara bersamaan. Mereka dengan cepat membalas email ataupun 
permintaan respon dari komunitasnya, bahkan mungkin mereka lebih mengutamakan 
kecepatan dibandingkan dengan ketepatan.

4. Experiential
Kebanyakan siswa net generation lebih suka belajar dengan melakukan daripada dengan 
diberitahu apa yang harus mereka lakukan. Siswa net generation belajar dengan 
baik melalui penemuan-dengan mengeksplorasi untuk diri sendiri atau dengan teman 
sebaya mereka. Gaya eksplorasi mereka memungkinkan untuk lebih baik menyimpan 
informasi dan menggunakannya secara kreatif dan bermakna.

5. Sosial
Mereka terbuka terhadap keanekaragaman, perbedaan, 
dan mereka nyaman berinteraksi dengan orang asing yang tidak dikenal sekalipun. Dalam 
berinteraksi terkadang mereka mengaku anggota dari kelompok tersebut agar dapat 
diterima oleh kelompok tersebut, kadang mereka juga menggunakan identitas alternatif 
yang terkadang jauh berbeda dengan keseharian pribadi mereka. Net generation suka 
bekerja dalam tim dan berinteraksi dalam peer group mereka.

6. Tim
Net generation lebih menyukai belajar dan bekerja dalam tim. Pendekatan peer to peer
umumnya digunakan dan siswa saling membantu. Bahkan terkadang mereka menemukan 
peer group yang lebih kredibel dibandingkan dengan gurunya (Manuel, 2002 dalam 
Oblinger & Oblinger, 2005).
7. Struktur
Net generation sangat berorientasi pada prestasi. Mereka ingin parameter, aturan, 
prioritas, dan prosedur ... mereka berpikir bahwa semuanya harus serba terjadual, dan 
setiap orang harus memiliki agenda. Sebagai hasilnya, mereka ingin tahu apa yang
dibutuhkan untuk mencapai tujuannya (Oblinger & Oblinger, 2005).

8. Keterlibatan dan Pengalaman
Net generation berorientasi pada penemuan dan cara belajar induktif atau pengamatan
membuat, merumuskan hipotesis dan mencari tahu aturan. Mereka menginginkan 
interaktifitas. Dan sejalan dengan keinginan mereka dalam memperoleh informasi berarti 
mereka sering tidak memperhatikan jika kelas tidak interaktif, tidak komunikatif dan 
terlalu lambat (Prensky dalam Oblinger & Oblinger, 2005).

9. Visual dan Kinesthetic (Manuel dalam Oblinger & Oblinger, 2005)
Net generation merasa lebih nyaman di lingkungan yang kaya gambar dibandingkan 
dengan teks. Para peneliti banyak menghasilkan temuan bahwa net generation menolak 
untuk membaca banyak teks, mereka lebih menyukai petunjuk visual yang menuntuk 
kepada langkah demi langkah dalam memahami sebuah pengetahuan.

FAKTA-FAKTA PENGGUNAAN INTERNET VS PERPUSTAKAAN OLEH NET GENERATION
Perkembangan penggunaan internet sebagai sumber informasi dari tahun ke tahun 
semakin berkembang dan menunjukkan peningkatan yang luar biasa. Kemudahan, kecepatan 
akses, serta minimnya gangguan teknis, menyebabkan internet sangat digemari oleh net 
generation, meskipun mereka sadar bahwa tidak semua informasi yang ditemukan di internet 
dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Berikut ini fakta-fakta yang diperoleh dari hasil penelitian yang mencerminkan tingkat 
penggunaan dan kepercayaan yang sangat tinggi terhadap internet dan sumber-sumber elektronik 
(dalam Jia dan Nesta, 2006):
  • Hampir empat perlima dari mahasiswa sepakat bahwa penggunaan internet membawa dampak positif pada pengalaman akademis mereka di perguruan tinggi (Jones dan Madden, 2002).
  • Sebanyak 83 persen dari dosen sekarang mereka merasa menghabiskan waktu lebih  sedikit di perpustakaan ketika memiliki akses ke internet dibanding sebelumnya (Jones dan Johnson-Yale, 2005)
  • Sebanyak 94 % dosen di fakultas memperbolehkan mahasiswa untuk mengutip sumber  dari internet dalam mengerjakan tugas perkuliahan (Jones dan Johnson-Yale, 2005).
  • Jurnal elektronik sebagai persentase dari semua jurnal telah meningkat 83,3 persen pada  lembaga dengan jenjang sarjana dan 71,3 persen di lembaga-lembaga pasca sarjana (McCracken,2003) 
  • Sebanyak 79 persen dari mahasiswa dalam survei tahun 2002 menggunakan search  engine sebagai pilihan utama sumber informasi web untuk mengerjakan sebagian  besar tugas-tugas mereka (OCLC, 2002). 
  • Sebanyak 89 persen mahasiswa di seluruh beberapa wilayah negara memulai penelusuran informasi dari search engine. Hanya 2 persen dari mahasiswa yang memulai penelitian mereka dengan menggunakan website perpustakaan (De Rosa, et. al, 2005).
  • Sebanyak 71 persen mahasiswa menggunakan internet sebagai sumber utama informasi pada tahun 2002 (Jones dan Madden, 2002).
  • Google Scholar membawa lebih dari tujuh kali lebih pengunjung ke British Medical
  • Jurnal daripada PubMed (Giustini, 2005).


Meskipun penulis belum menemukan penelitian sejenis di Indonesia, tetapi penelitian Jia dan Nesta (2006) tersebut dapat menjadi acuan bagi pustakawan di Indonesia untuk mengetahui fakta penggunaan internet oleh net generation di Indonesia. 

PENDAPAT NET GENERATION TERHADAP PERPUSTAKAAN
Survei OCLC menunjukkan walaupun 45 persen mahasiswa "benar-benar setuju "bahwa 
situs web perpustakaan memberikan informasi yang bermanfaat, namun hanya 2 persen dari 
mereka memulai penelitian mereka dari situs web perpustakaan. Dalam perpustakaan, 72 persen
mahasiswa sangat setuju dan setuju bahwa database online menyediakan informasi berharga ; 85 
persen mahasiswa sangat setuju dan setuju bahwa majalah/ jurnal eektronik menyediakan 
informasi yang bermanfaat (De Rosa et al, 2005, p. 1.30, dalam Jia dan Nesta, 2006.).
Net generation mengakui nilai perpustakaan dan sumber daya perpustakaan. Net 
generation mengakui bahwa perpustakaan itu penting, tetapi bagi mereka internet lebih 
menjanjikan kemudahan penggunaan dan kecepatan akses. 

Dalam penelitian OCLC itu juga ditanyakan mengenai pendapat responden terhadap 
atribut yang membandingkan antara search engine dan perpustakaan, dan hasilnya adalah 
perpustakaan memiliki nilai tinggi hanya pada kredibilitas dan akurasi. Search engine
mengalahkan perpustakaan dalam hal kehandalan, efektivitas biaya, kemudahan penggunaan,
kenyamanan dan kecepatan, dengan 85 persen responden lebih memilih search engine untuk
kemudahan penggunaan, 89 persen untuk kenyamanan, dan 92 persen untuk kecepatan (De Rosa 
et al., 2005, p. 2.18).

Melihat angka-angka dan kenyataan di atas tampaknya perpustakaan harus melakukan 
upaya yang cukup fenomenal untuk membuat net generation tidak saja mengakui dan 
menghargai keberadaan perpustakaan sebagai sumber informasi, tetapi perlu membuat mereka 
tertarik untuk datang ke perpustakaan baik secara fisik maupun maya.

MENGEMBANGKAN PERPUSTAKAAN SESUAI DENGAN KEBUTUHAN NET GENERATION
Teknologi Informasi dan Sistem Temu Kembali Informasi One stop searching
Biasanya pustakawan menggolong-golongkan akses terhadap koleksinya sesuai dengan 
jenisnya masing-masing, misalnya OPAC digunakan untuk mengakses koleksi yang 
secara fisik ada di dalam perpustakaan, sedangkan akses ke koleksi digital pada alamat 
yang berbeda, begitu juga dengan akses ke koleksi database jurnal menggunakan alamat 
yang berbeda juga. Net generation tidak menyukai model seperti itu, mereka lebih 
menyukai jika semua koleksi perpustakaan dapat dicari pada satu pintu atau one stop 
searching seperti pada search engine internet. Perpustakaan harus dapat 
mengintegrasikan sistem temu kembali informasinya dalam sebuah pintu yang akan 
menjadi pintu masuk pada koleksi yang dimiliki oleh perpustakan, tersedia secara bebas 
di internet maupun koleksi yang dilanggan oleh perpustakaan seperti database.

Single Sign On
Single sign on adalah teknologi yang mengizinkan pengguna jaringan agar dapat 
mengakses sumber daya dalam jaringan hanya dengan menggunakan satu akun pengguna 
saja. Teknologi ini sangat diminati, khususnya dalam jaringan yang sangat besar dan 
bersifat heterogen (di saat sistem operasi serta aplikasi yang digunakan oleh komputer 
adalah berasal dari banyak vendor, dan pengguna dimintai untuk mengisi informasi 
dirinya ke dalam setiap platform yang berbeda tersebut yang hendak diakses oleh 
pengguna). Dengan menggunakan SSO, seorang pengguna hanya cukup melakukan 
proses autentikasi sekali saja untuk mendapatkan izin akses terhadap semua layanan yang 
terdapat di dalam jaringan (Wikipedia, 14 Mei 2011). Single sign on pada jaringan 
kampus termasuk perpustakaan adalah fasilitas layanan yang memungkinkan sivitas 
akademika untuk mengakses berbagai layanan dan sumberdaya kampus hanya dengan 
menggunakan 1 akun dan 1 password saja. Jadi pada perpustakaan, aplikasi single sign 
on bisa dimanfaatkan untuk mengakses internet menggunakan fasilitas WIFI kampus, 
mengakses database jurnal, melakukan atau melihat transaksi perpustakaan seperti 
tagihan, denda, history peminjaman perpanjangan koleksi, dan lain-lain. Single sign on 
sejalan dengan kebutuhan net generation yang lebih menyukai kemudahan, karena 
mereka tidak perlu mengingat-ingat masing-masing akun dan password untuk dapat 
mengakses fasilitas layanan perpustakaan.

Sistem akses informasi perpustakaan yang dapat ditemukan dengan mudah di Search Engine
Seperti kita ketahui bahwa sebanyak 89 persen mahasiswa di seluruh beberapa wilayah 
Negara bagian di Amerika memulai penelusuran informasi dari search engine. Dan hanya 
2 persen dari mahasiswa memulai penelitian mereka dengan menggunakan website
perpustakaan (De Rosaet al, 2005.). Fakta ini tidak dapat kita pungkiri. Maka 
perpustakaan perlu menemukan sebuah cara agar akses ke sistem informasi dapat lebih 
sering dikunjungi oleh siswa dengan mengingkatkan kemunculan situs web perpustakaan 
pada search engine internet seperti Google Scholar. Perpustakaan harus dapat 
mengintegrasikan sistem informasi perpustakaan ke dalam Google atau search engine
lainnya. 

Aksesibilitas dan kemudahan penggunaan
Kemudahan akses serta kemudahan penggunaan search engine ternyata benar-benar telah 
menjadi salah satu penyebab tingginya frekuensi penggunaan search engine oleh net 
generation. Sebuah penelitian tentang pencarian informasi profesional dikutip temuan 
dari studi 1968 dari Gerstberger dan Allen (1968) ditemukan bahwa aksesibilitas dan 
kemudahan penggunaan merupakan kunci pada frekuensi penggunaan, bahkan mungkin 
dengan mengabaikan kualitas (Leckie et al, 1996, dalam Jia dan Nesta, 2006).
Perpustakaan harus dapat membuat sistem informasi yang dapat diakses secara mudah, 
cepat dan user friendly dalam penggunaannya. Kemudahan akses disini termasuk bahwa 
perpustakaan harus memberikan sebuah jalan masuk ke database koleksi yang dilanggan 
oleh perpustakaan tanpa batasan ruang dan waktu.

Situs web dan sistem informasi perpustakaan yang interaktif
Sesuai dengan karakteristik dari net generation yang serba ingin terlibat (interaktif), 
maka perpustakaan perlu mendesign situs web dan sistem informasinya dengan fasilitas 
yang dapat melibatkan penggunanya, misalnya dengan menyediakan situs web semacam 
jejaring sosial yang memungkinkan para pengguna perpustakaan saling berinteraksi 
dengan pengguna lainnya, melakukan information sharing, memberikan review terhadap 
koleksi perpustakaan, melakukan pemesanan koleksi, pengusulan koleksi, bertanya jawab 
dengan pustakawan melalui fasilitas email maupun chatting dan lain-lain. Situs web 
perpustakaan yang di disain menggunakan konsep library 2.0 menjadi jawaban bagi 
kebutuhan ini.

Memberi efek-efek visual pada situs web perpustakaan dan sistem informasi perpustakaan
Seperti kita ketahui bahwa net generation lebih menyukai tampilan secara visual 
dibandingkan tekstual. Mereka adalah pelajar visual yang melihat teks sebagai pelengkap
materi visual (Jia & Nesta, 2006). Melihat kenyataan ini maka perpustakaan harus 
mendisain situs web maupun sistem informasinya dengan efek dan tampilan visual yang 
menarik. Sebaiknya perpustakaan melibatkan mahasiswa ketika melakukan design atau 
redesign situs web maupun sistem informasi perpustakaan, karena dengan demikian 
perpustakaan dapat mengtahui harapan dan kebutuhan net geration terhadap tampilan 
website maupun sistem informasi perpustakaan. Misalnya dengan menampilkan cover
buku, relevansi dengan kata kunci yang digunakan pada penelusuran, menunjukkan 
lokasi koleksi secara visual, dan lain sebagainya. 

Koleksi Perpustakaan
Lancaster, seorang pustakawan dan pengajar di bidang ilmu perpustakaan di Amerika 
telah memprediksi akan kehadiran teknologi informasi dan komunikasi yang dahsyat yang akan 
mengubah kehidupan manusia, yang disebut dengan ”paperless society” seperti yang 
diungkapkan berikut ini ” Lebih dari 20 tahun yang lalu, di sebuah konferensi di Finlandia, saya 
menggambarkan masyarakat tanpa kertas (paperless society), dan sebagai sebuah bagian besar 
dari paperless, akan hadir jaringan berbasis sistem komunikasi yang memiliki banyak 
karakteristik yang saat ini terjawab dengan teknologi berbasis internet”. (Lancaster, 1999, p. 48).
Kehadiran komputer dengan jaringan komunikasi didalamnya memungkinkan 
perpustakaan untuk tidak hanya mengotomatisasi kegiatan dan menyimpan data-data internal, 
tetapi juga memungkinkan terjadinya akses ke informasi yang secara fisik tidak tersedia di 
perpustakaan. Pernyataan kedua mengandung arti penting yang mengubah konsep kita tentang 
sebuah perpustakaan yang ada selama ini dan menggambarkan perpustakaan ke depan sebagai 
sebuah toko besar informasi yang berwujud elektronik/digital daripada sebuah perpustakaan 
dengan koleksi berwujud secara fisik (Lancaster, 1985).

Sejarah Dan Kebudayaan Islam Di Indonesia

Sejarah Dan Kebudayaan Islam Di Indonesia
Sejarah tak ubahnya kacamata masa lalu yang menjadi pijakan dan langkah setiap insan di masa mendatang. Hal ini berlaku pula bagi kita para mahasiswa UIN Sunan Kalijaga untuk tidak hanya sekedar paham sains tapi juga paham akan sejarah kebudayaan islam di masa lalu untuk menganalisa dan mengambil ibrah dari setiap peristiwa yang pernah terjadi. Seperti yang kita ketahui setelah tumbangnya kepemimpinan masa khulafaurrasyidin maka berganti pula sistem pemerintahan Islam pada masa itu menjadi masa daulah, dan dalam makalah ini akan disajikan sedikit tentang masa daulah Abbasiyah. 

Dengan segala keterbatasan tim penulis, maka dalam makalah ini tidak akan dijabarkan satu persatu secara rinci, tapi akan dibahas inti dari masa daulah Abbasiyah pada waktu itu, yaitu mengenai sub pokok bahasan seperti yang telah tertuang dalam kata pengantar, meliputi:
  • Bagaimana kemunculan daulah Abbasiyah, dimana akan diuraikan bagaimana peralihan dari masa daulah Umayyah ke masa daulah. 
  • Masa kejayaaan daulah Abbasiyah, yaitu membahas mengenai pada masa khalifah siapakah masa kejayaan itu terjadi dan prestasi apa saja yang pernah diraih. 
  • Runtuhnya daulah Abbasiyah, yaitu menjelaskan sebab-sebab mengapa daulah umayyah runtuh. 
Demikianlah sedikit gambaran mengenai isi makalah ini yang tim penulis buat dengan metode literatur kaji pustaka terhadap buku-buku yang berhubungan dengan tema makalah yang kami buat.  
Dengan tumbangnya daulah Bani Umayyah maka keberadaan Daulah Bani Abbasiyah mendapatkan tempat penerangan dalam masa kekhalifahan Islam saat itu, dimana daulah Abbasiyah in sebelumnya telah menyusun dan menata kekuatan yang begitu rapid an terencana. Dan dalam makalah ini akan diurakan sesikit menganaiberdirinya masa kekhalifahan Abbasiyah, masa kejayaan dan prestasi apa saja yang pernah diraih serta apa saja penyebab runtuhnya daulah Abbasiyah.

Kelahiran Daulah Abbasiyah
Pemerintahan As-Saffah 
Khalifah abbasiyah yang pertama adalah Abu Abbas, dialah yang diberi kepercayaan kepada pamannya Abdullah dalam perang melawan Marwan II, khalifah terakhir Bani Umayyah. Hingga akhir khalifah Abbas memberi kepercayaan kepada SalihBin Ali untuk membunuhMarwan, yang kemudian kepala marwan dikirim ke khalifah Abbas.

Saffah kemudian dipindah ke Anbar, dia menggunakan sebagian besar dari masa pemerintahannya untuk memeragi pemimpin-pemimpin arab yang membantu Umayyah. Dia mengusir mereka kecuali Abdurrahman yang tidak berapa lama kemudian mendirikan dinasti Umayyah di Spayol. Saffah juga memutuskan untuk menghabisi nyawa beberapa orang pembantu bani Umayyah. Ia membunuh Abu Salama, dikenal sebagai menteri (Wadi’) dari keluarga Nabi Muhammad, seperti halnya dia membunuh Abu Hubayra, salahsatu dari pemimpin bani Umayyah zaman Marwan II setelah memberi kebebasan kepadanya.

Kekhalifahan Saffah bertahan selama 4 tahun sembulan bulan. Dia wafat pada tahun 136 H di Anbar, satu kota yang telah dijadikan sebagai tmpat kedudukan pemerinyahannya.

Sistem Kekhalifahan Abbasiyah 
Khalifah Abbasiyah kedua mengambil gelar Al-Mansur dan meletakkan dasar-dasar pemerintahan Abbasiyah. Di bawah Abbasiyah, kekhalifahan berkembang sebagai system politik. Dinasti ini muncul dengan bantuan orang-orang Persia yang merasa bosan terhadap bani Umayyah di dalam masalah sosial ddan pilitik diskriminas. Khalifah-khalifah Abbasiyah yang memakai gelar”Imam” pemimpinmasyarakat muslim untuk menekankan artikeagamaan kekhalifahan. Abbasiyah mencontoh tradisi Umayyahdi dalam mengumumkanlebih dari satu putra mahkota raja.

Mansur dianggap sebagaipendiri kedua dari Dinasti Abbasiyah. Di masa pemerintahannya Baghdad dibagun menjadi ibukota DinastiAbbasiyah danmerupakan pusat perdaganganserta kebudayaan. Hingga Baghdad dianggap sebagai kota terpenting di dunia pada saat itu yang kaya akan ilmu pengetahuan dan kesenian. Hingga beberapa dekade kemudian dinasti Abbasiyah mencapai masa kejayaan.

Kejayaan Daulah Abbasiyah
1. Gerakan penerjemahan
Meski kegiatan penerjemahan sudah dimulai sejak Daulah Umayyah, upaya untuk menerjemahkan dan menskrinsip berbahasa asing terutama bahasa yunani dan Persia ke dalam bahasa arab mengalami masa keemasan pada masa DaulahAbbasiyah. Para ilmuandiutus ke daeah Bizantium untuk mencari naskah-naskah yunanidalam berbagai ilmu terutama filasafat dan kedokteran. Sedangkan perburuan manuskrip di daerah timur seperti Persia adalah terutama dalam bidang tata Negara dan sastra.

Pelopor gerakan penerjemahan pada awal pemerintahan daulah Abbasiyah adalah Khalifah Al-Mansyur yang juga membangun Ibu kota Baghdad. Pada awal penerjemahan, naskah yang diterjemahkan terutama dalambidang astrologi, kimia dan kedokteran. Kemudiannaskah-naskahfilsafat karya Aristoteles dan Plato juga diterjemahkan. Dalam masa keemasan, karya yang banyak diterjemahkan tentang ilmu-ilmu pramatis seperti kedokteran. Naskah astronomi dan matematika juga diterjemahkan namun, karya-karya berupa puisi, drama, cerpen dan sejarah jarang diterjemakan karena bidang ini dianggap kurang bermanfa’at dan dalam hal bahasa,arab sendiri perkembangan ilmu-ilmu ini sudah sangat maju.

- Baitul hikmah
Baitul hikmah merupakan perpustakaan yangberfungsi sebagai pusat pengembagan ilmu pengetahuan.

- Pada masa harun ar-rasyid
Institusi ini bernama Khizanahal-Hikmah (Khazanah kebijaksanaan) yang berfungsi sebagai perpustakaan dan pusat penelitian.

- Pada masa al-ma’mun
Lembaga ini dikembangkan sejak tahun 815 M dan diubah namanya menjadi Bait al-Hikmah, yang dipergunakan secara lebihmaju yaitu sebagaitempatpenyimpanan buku-buku kuno yang didapat dari Persia, Bizantium, dan bahkan dariEthiopia danIndia. Direktur perpustakaannya seorang nasionalis Persia dan ahli pahlewi, Sahl Ibn Harun. Di bawah kekuasaan Al-Ma’mun, lembaga ini sebagai perpustakaan juga sebagai pusat kegiatan study dan riset astronomi dan matematika.

2. Dalam bidang filasafat
Pada masa ini pemikiran filasafat mencakup bidang keilmuan yang sangat luas seperti logika, geometri, astronomi, dan musik yang dipergunakan untuk menjelaskan pemikiran abstrak, garis dan gambar, gerak dan su ibn Ishaq al-Kinemasa abbasiyah seperti Ya’kub ibn Ishaq al-Kinl-Farabi,Ibn Bajah, Ibnu Tufaildan Ibn Rushd menjelaskan pemikiran-pemikirannya dengan menggunakan contoh, metamor, analogi, dan gambaranimajinatif.

3. Dalam bidang hukum Islam
Karya pertama yang diketahui adalah Majmu’ al Fiqh karya Zaid bin Ali (w.122 H/740 M)yang berisi tentang fiqh Syi’ah Zaidiyah. Hakimagung yang pertama adalah Abu Hanifah (w.150/767).meskidiangap sebagai pendiri madzhab hanafi,karya-karyanya sendiri tidakada yang terselamatkan. Dua bukunya yang berjudul Fiqh alAkbar (terutama berisi artikel tentang keyakinan) dan Wasiyah Abi Hanifah berisi pemikiran-pemikirannya terselamatkankarena ditulis oleh para muridnya.

4. Perkembangan Ekonomi
Ekonomi imperium Abbasiyah digerakkan oleh perdagangan. Sudah terdapat berbagai macamindustri sepertikain linen di mesir, sutra darisyiria dan irak, kertas dari samarkand, serta berbagai produk pertanian sepertigandum dari mesir dan kurma dari iraq. Hasil-hasil industri dan pertanian ini diperdagangkan ke berbagai wilayah kekuasaan Abbasiyahdan Negara lain.

Karena industralisasi yang muncul di perkotaan ini, urbanisasi tak dapat dibendung lagi. Selain itu, perdagangan barang tambang juga semarak. Emas yang ditambang dari Nubia dan Sudan Barat melambungkan perekonomian Abbasiyah.

Perdagangan dengan wilayah-wilayah lain merupakan hal yang sangat penting. Secara bersamaan dengan kemajuan Daulah Abbasiyah, Dinasti Tang di Cina juga mengalami masa puncak kejayaan sehingga hubungan erdagangan antara keduanya menambah semaraknya kegiatan perdagangan dunia.

5. Dalam bidang Peradaban
Masa Abbasiyah menjadi tonggak puncak peradaban Islam. Khalifah-khalifah Bani Abbasiyah secara terbuka mempelopori perkembangan ilmu pengetahuan dengan mendatangkan naskah-naskah kuno dari berbagai pusat peradaban sebelumnya untuk kemudian diterjemahkan, diadaptasi dan diterapkan di dunai Islam. Para ulama’ muslim yang ahli dalam berbagai ilmu pengetahuan baik agama maupun non agama juga muncul pada masa ini. Pesatnya perkembangan peradaban juga didukung oleh kemajua ekonomi imperium yang menjadi penghubung dunua timur dan barat. Stabilitas politik yang relatif baik terutama pada masa Abbasiyah awal ini juga menjadi pemicu kemajuan peradaban Islam

Runtuhnya Daulah Abbasiyah
Sebab –sebab keruntuhan daulah Abbasyiah
Keruntuhan dari segi internal ( dari dalam ) 
Ø Mayoritas kholifah Abbasyiah periode akhir lebih mementingkan urusan pribadi dan melalaikan tugas dan kewajiban mereka terhadap negara.
Ø Luasnya wilayah kekuasaan kerajaan Abbasyiah, sementara komunikasi pusat dengan daerah sulit dilakukuan.
Ø Semakin kuatnya pengaruh keturunan Turki, mengakibatkan kelompok Arab dan Persia menaruh kecemburuan atas posisi mereka.
Ø Dengan profesionalisasi angkatan bersenjata ketergantungan khalifah kepada mereka sangat tinggi.
Ø Permusuhan antar kelompok suku dan kelompok agama.

Perangkat Dan Model Analisis Investasi Di Pasar

Perangkat Dan Model Analisis Investasi Di Pasar
Investasi merupakan bentuk penundaan konsumsi sekarang untuk konsumsi mendatang. Secara umum investasi dikenal sebagai kegiatan untuk menanamkan harta ataupun modal baik pada aktiva riil maupun aktiva finansial pada suatu unit usaha atau pendanaan dengan maksud memperoleh keuntungan pada masa yang akan datang. 

Salah satu bentuk investasi yang mulai diminati individu sebagai pemodal adalah investasi saham melalui bursa. Biasanya investor lebih suka membeli saham perusahaan yang go publik, sebab saham perusahaan go publik sebagai komoditi investasi tergolong menjanjikan return yang tinggi tapi juga memiliki risiko tinggi karena sifat komoditinya yang sangat peka terhadap perubahan di bidang politik, ekonomi, moneter, kebijakan pemerintah, baik perubahan itu di luar negeri maupun di dalam negeri. 

Semakin banyaknya perusahaan yang menjadi emiten di pasar modal akan menimbulkan berbagai kombinasi saham yang bisa di pilih oleh investor dalam berinvestasi di pasar modal portofolio. Berdasarkan kenyataan bahwa pada umumnya investor tidak menginvestasikan seluruh dananya pada satu jenis saham tapi mereka melakukan diversifikasi saham yang bertujuan untuk mengurangi risiko yang ditanggung akibat dana yang diinvestasikan. 

Untuk mendapatkan keuntungan yang semaksimal mungkin maka analisis portofolio merupakan salah satu alat yang tepat untuk memperkecil resiko yang diterima dengan tujuan memaksimalkan profit dengan tingkat risiko yang sama diantara saham yang ada. Hasil dari analisis ini akan menentukan ketepatan dalam pengambilan keputusan investasi yang akan diambil oleh investor.

Return merupakan tujuan para investor dalam berinvestasi. Untuk memaksimalkan return yang diharapkan dengan tingkat risiko tertentu, biasanya para investor menyiasati dengan portofolio saham dan salah satu cara untuk mengurangi risiko investasi saham bisa dilakukan dengan melakukan diversifikasi kepemilikan saham, yaitu dengan mengkombinasikan berbagai saham dalam investasinya atau dengan membentuk portofolio. Karena pada dasarnya investor sangat menyukai investasi yang menghasilkan pengembalian yang tinggi, akan tetapi tidak begitu menyukai adanya risiko.

Adanya ketidak pastian di masa yang akan datang dapat mennyebabkan risiko dalam berinvestasi khususnya pada asset finansial yang selalu dipasarkan di bursa, hal tersebut diakibatkan aset finansial sangat peka terhadap perubahan baik perubahan dari dalam perusahaan yang mengeluarkan aset tersebut ataupun perubahan yang diakibatkan oleh keadaan pasar. Sehingga akan menimbulkan dua jenis risiko yaitu risiko sistemati dan risiko tidak sistematis, risiko sistematis biasanya dipengaruhi oleh keadaan pasar atau risiko ini akan dihadapi oleh semua asset yang listing di bursa sedangkan risiko tidak sistematis biasanya diakibatkan oleh kebijakan-kebijakan perusahaan dan hanya menimpa pada perusahaan yang besanggkutan.

Dalam berinvestasi ada dua faktor yang paling dipertimbangkan oleh investor, yaitu tingkat pengembalian (return) dan risiko (risk). Dua faktor ini merupakan hal yang berlawanan, dalam arti invertor menyukai return yang tinggi dan tidak begitu menyukai risiko yang tinggi. Pada kenyataan terdapat hubungan yang alami antara besarnya pengembalian dan besarnya risiko, karena semakin besar pengembalian yang diharapkan maka akan semakin besar pula risiko yang akan dihadapi atau Tingkat pengembalian yang tinggi akan selalu diikuti dengan tingkat risiko yang tinggi pula.

Saham-saham yang masuk dalam kategori indeks LQ-45 merupakan kumpulan saham pilihan yang memenuhi kriteria-kriteria tertentu, yang termasuk ke dalam kriteria saham Indeks LQ-45 yaitu saham yang memenuhi kriteria ranking tinggi pada total transaksi, nilai transaksi, dan frekuensi transaksi. Kelompok saham yang termasuk dalam indek LQ-45 tidak bersifat tetap, setiap enam bulan sekali ada penetapan kembali saham yang memenuhi kriteria serta mengeliminasi saham yang tidak lagi memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan. Posisi saham yang tereliminasi akan diisi oleh saham pada ranking berikutnya, dan setiap tiga bulan sekali ada evaluasi.

Agar investor mendapatkan pengembalian yang sesuai dengan harapan dengan risiko yang minimal. Investor harus dapat menentukan jenis saham yang mempunyai karakteristik searah dengan perubahan IHSG misalnya indeks saham LQ-45. Karakteristik saham yang termasuk dalam kategori indek LQ-45, adalah saham-saham yang cenderung stabil karena saham-saham tersebut termasuk saham-saham yang mudah diperjual-belikan baik dalam kondisi pasar lemah maupun kuat, dengan mudahnya saham-saham LQ-45 diperjual-belikan maka akan dapat menunjukkan suatu portofolio yang optimal.

Teori portofolio mempelajari dan menentukan kombinasi saham yang paling efisien terhadap sekumpulan saham untuk mengoptimalkan keuntungan yang diharapkan berkaitan dengan pencapaian tujuan investasi. Portofolio saham selain untuk menghindari risiko juga untuk memaksimalkan return. Hakikat dari pembentukan portofolio yang efisien dan optimal adalah untuk mengurangi risiko dengan cara diversifikasi saham, yaitu menempatkan sejumlah dana pada berbagai alternatif investasi yang berkorelasi negatif agar dana dapat menghasilkan pengembalian yamg optimal.

Untuk membentuk portofolio optimal dapat menggunakan beberapa model yaitu; model markowitzs, berdasarkan preferensi investor, adanya simpanan dan pinjaman bebas risiko, model indek ganda, dan model indek tunggal. Model markowitz berasumsikan mahwa waktu yang digunakan hanya satu priode, tidak ada biaya transaksi, preferensi infestor hanya didasarkan pada retun ekspektasi dan risiko. Berdasarkan preferensi infestor berasumsikan haya pada return ekspektasi dan risiko dari risiko secara implisit mempunyai fungsi utility yang sama. Berdasakan adanya pinjaman dan simpanan bebas risiko berasumsikan return yang sudah pasti karena varian returnnya sama dengan nol. Berdasarkan model indek tunggal model ini merupakan penyederhanaan model markowis. Model indek ganda mengasumsikan ada faktor selain IHSG yang dapat mempengaruhi terjadinya korelasi antar efek.

Model indeks tunggal (Single Index Model). Model indeks tunggal didasarkan pada pengamatan bahwa harga dari suatu sekuritas berfluktuasi searah dengan indeks pasar. Secara khusus dapat diamati bahwa kebanyakan saham cenderung mengalami kenaikan harga jika indeks harga saham naik, dan juga sebaliknya, yaitu jika indeks harga saham turun, kebanyakan saham mengalami penurunan harga. Hal ini menyarankan bahwa return-return dari sekuritas mungkin berkolerasi karena adanya reaksi umum (common response) terhadap perubahan-perubahan nilai pasar.

Asumsi model indeks tunggal mempunyai implikasi bahwa sekuritas-sekuritas bergerak bersama-sama bukan karena efek di luar pasar, melainkan karena mempunyai hubungan yang umum terhadap indeks pasar yang searah dengan perubahan IHSG. Model indeks tunggal ini dapat diterima dan mewakili kenyataan sesungguhnya bergantung dari seberapa besar asumsi-asumsi ini realistis.

Untuk mempermudah dan memperjelas ruang lingkup pembahasan maka penelitian ini akan dikhususkan pada saham-saham yang termasuk dalam kategori indeks LQ – 45, sebab saham-saham ini cenderung stabil dan aktif serta memiliki likuiditas yang tinggi, sehingga lebih mudah diperjual belikan baik dalam kondisi pasar lemah maupun kuat.

Terdapat banyak faktor yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan dalam berinvestasi pada saham, terutama dalam pengambilan sebuah keputusan memilih saham yang baik. Keakuratan analisis terhadap penilaian resiko investasi sangat dipertaruhkan. Atas dasar permasalahan tersebut maka dalam penelitian ini diberikan judul : “Pembentukan Portofolio Optimal Pada saham Yang Tercatat Dalam Indeks LQ – 45”.

Mustain (2007) dengan judul analisis pembentukan portofolio saham optimal (studi pada saham yang tercatat di Indeks LQ-45) penelitian tersebut bertujuan untuk Untuk mengetahui saham apa saja yang dapat dibentuk menjadi portofolio optimal pada saham yang tercatat di Indeks LQ-45. Metode yang digunakan adalah Metode Indeks Tunggal. teknik dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel, yakni dari situs Bank Indonesia www.bi.go.id untuk memperoleh data SBI harian dan www.yahoo.finance.com untuk mendapatkan data harga saham harian. hasil perhitungan pada teknik analisa data, saham-saham yang termasuk Indeks LQ-45 pada periode Februari 2006-Juli 2006 dan periode Agustus 2006- Januari 2007 maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Portofolio optimal dari saham-saham Indeks LQ-45 pada periode Februari 2006-Juli 2006 terdiri dari 7 yaitu: UNSP, AALI, BLTA, LSIP, INCO, PTBA, UNTR dengan kombinasi tingkat pengembalian portofolio E(Rp) sebesar 0,579296 dan risiko portofoliosebesar 0,111349.
2. Portofolio optimal dari saham-saham Indeks LQ-45 pada periode Agustus 2006-Januari 2007 terdiri 26 yaitu: GGRM. SMRA, CMNP, INDF, BRPT, UNVR, INCO, CTRS, BTEL, ADHI, AALI, BNII, ANTM, BNGA, KLBF, ASII, BUMI, SMCB, BMRI, KIJA, PNLF, LPKR, PNBN, LSIP, ISAT, INTP dengan kombinasi tingkat pengembalian portofolio E(Rp).

Pengertian Dan Penjelasan Investasi

Pengertian Dan Penjelasan Investasi 
Penulis tajuk yang amat percaya pada teori makroekonomi Keynes ini, tidak menyadari besarnya kemungkinan kemelesetan jika teori yang demikian diterapkan di negara berkembang seperti Indonesia. 

Pertama, C tidak sepenuhnya terdiri atas barang-barang konsumsi sekali habis, tetapi seperti halnya sepeda motor, saprodi pertanian, atau bahan-bahan bangunan rumah yang dikategorikan sebagai barang-barang konsumsi, sebenarnya merupakan barang-barang investasi yang memproduksi barang-barang lain. 

Kedua, Menurut teori Keynes, investasi hanya dapat dilakukan oleh pengusaha besar yang memperoleh kredit investasi dari bank formal. Bank-bank formal membagi kredit yang disalurkan menjadi kredit konsumsi seperti kredit untuk membeli sepeda motor, dan kredit investasi untuk membangun pabrik atau membeli mesin-mesin pabrik. 

Ketiga, G, pengeluaran pemerintah, lebih banyak diberi bobot sebagai pengeluaran konsumsi pemerintah. Padahal di luar pengeluaran rutin untuk gaji pegawai, banyak sekali pengeluaran pembangunan yang harus masuk kategori investasi, seperti pengeluaran untuk pembangunan jembatan. 

Kesalahan fatal dari teori makroekonomi Keynes ini tercermin dari kesimpulan tajuk itu yang berbunyi: 

Dari sisi ekonomi, tidak bisa dimungkiri kita membutuhkan investasi itu. Selama tiga tahun terakhir pertumbuhan ekonomi kita sepenuhnya hanya ditopang oleh belanja masyarakat. Selain tidak berjangka panjang, pertumbuhan seperti itu tidak bisa menjawab soal kebutuhan pembukaan lapangan kerja yang memadai. 

Dari kutipan tajuk itu jelas, yang dianggap dapat mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang untuk membuka lapangan kerja hanya pengeluaran investasi, sebagaimana dilakukan para investor. Maka ketika kepala BKPM melaporkan anjloknya angka persetujuan investasi asing (PMA) maupun PMDN, habislah harapan kita untuk tumbuh. Mengapa kita tidak bertanya lebih lanjut terhadap teka-teki anjloknya investasi asing yang tidak diikuti pertumbuhan ekonomi negatif. Jika mereka cukup cerdas, tentu harus menyimpulkan, "dalam tiga tahun terakhir tidak ada hubungan positif antara pertumbuhan ekonomi dan investasi". 

Mengapa para ekonom makro Neoklasik tidak pernah berpikir bahwa ekonomi rakyat, di luar pengusaha besar yang mengandalkan investasi dari kredit bank, dapat secara riil mengadakan investasi yang meski nilainya kecil-kecil dari dana sendiri, tetapi bila dijumlahkan bisa menjadi besar sekali. Jika saja mereka mau turun ke lapangan melihat kegiatan pembangunan perumahan rakyat di mana-mana, yang memberi lapangan kerja luar biasa, maka tidak mungkin mereka menyimpulkan ekonomi Indonesia kini masih dalam keadaan krisis. 

Ada laporan peningkatan penjualan sepeda motor "amat besar" selama 2001, dan sepeda motor ini sebagian besar untuk mendukung perkembangan armada ojek di desa-desa karena perkembangan permintaan jasa transpor. Seorang pengusaha menolak dan memprotes pernyataan pejabat pemerintah bahwa ekonomi Indonesia sudah melewati krisis karena ekonomi sudah tumbuh tiga persen hingga empat persen per tahun, dengan menunjuk angka investasi yang tetap rendah dan ekspor yang menurun. Ekonom lain menganggap, pertumbuhan ekonomi tiga persen hingga empat persen adalah terlalu rendah untuk menyerap tenaga kerja, dan yang dibutuhkan adalah pertumbuhan ekonomi enam persen hingga tujuh persen seperti sebelum krisis. 

JIKA kita kembali ke Tajuk Rencana Kompas yang mengeluhkan negara kita bukan lagi negara tujuan investasi, maka dapat kita tunjukkan kekeliruan amat nyata dari teori makroekonomi Neoklasik itu, yang sepertinya beranggapan, warga negara-negara berkembang tidak pernah mampu berinvestasi. Dianggap, investor hanya para pemilik modal (kapitalis) dari negara-negara kaya/maju yang kerjanya mencari-cari "wanita cantik" dimanapun untuk "dipacari". Maka Tajuk Rencana juga menganjurkan Indonesia "mempercantik diri" agar menarik kapitalis-kapitalis asing datang dan berinvestasi di Indonesia. 

Saya amat tidak sependapat pada sikap/pandangan demikian, yang jika dikembangkan lebih lanjut berarti apapun (at any cost) harus dilakukan untuk merangsang modal asing (kita harus berlomba-lomba mempercantik diri). Sikap dan pandangan inilah yang mendasari undangan kita pada dokter ekonomi IMF yang dianggap memegang kunci pada kepercayaan investor internasional untuk berinvestasi di Indonesia. Ada seorang pakar ekonomi asing yang tentu saja beraliran Neoklasik Amerika menyatakan, the only way for Indonesian economic recovery is mass capital inflow. Wah, saya tentu saja amat tidak setuju, dan waktu itu karena dalam forum ilmiah, "fatwa" itu saya sanggah habis-habisan. 

Tentang ekspor yang menurun sebagai pertanda ekonomi yang masih dalam krisis pun mengandung kelemahan mendasar yang menganggap ekonomi domestik tidak ada. Jika komoditi yang biasanya diekspor lalu dialihkan pada permintaan yang meningkat di dalam negeri, terbukti dengan pertumbuhan ekonomi yang naik, apakah kesimpulan masih adanya krisis ekonomi itu tidak keliru? 

TULISAN ini dimaksudkan untuk mengingatkan kekeliruan cara berpikir para ekonom (pengamat ekonomi), yang karena tidak pernah turun ke lapangan untuk memahami ekonomi rakyat Indonesia, tetapi lebih banyak berpikir secara buku teks (makro ekonomi Neoklasik Amerika), maka diagnosa mereka pun keliru. Adalah Joseph Stiglitz penerima Nobel Ekonomi 2001 yang sedang memberontak terhadap rekan-rekannya di IMF (The Rebel Within, 2001; Globalization and Its Discontens, 2002), yang mengatakan sebagai berikut: 

Textbook economics may be fine for teaching students, but not for advising governments trying to establish a new market economy especially since typical American style textbook relies so heavily on a particular intellectual tradition, the Neoclassical model (J. Stiglitz, The Rebel Within, 2001) 

Meski para ekonom Neoklasik terutama pengkritik pemerintah masih terus menasihati pemerintah untuk mengambil kebijakan-kebijakan mengundang investor asing melalui liberalisasi aliran modal lebih jauh, saya berbeda pendapat. Pada hemat saya, pemerintah sekarang harus lebih percaya diri, percaya bahwa ekonomi rakyat Indonesia yang telah menunjukkan ketahanan ekonomi luar biasa selama krismon (bukan krisis ekonomi) dapat diandalkan untuk pemulihan ekonomi. Indonesia tidak perlu justru makin tergantung pada modal asing. 

Sebuah data empirik dari BRI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dapat membuktikan kekeliruan kesimpulan umum telah terjadinya resesi dan krisis ekonomi serius. Sebaliknya, selama 1997-2001 pendapatan dan kemakmuran penduduk DIY meningkat secara konsisten sebagaimana ditunjukkan dengan kenaikan penabung di BRI dan nilai tabungan masing-masing 18,5 persen dan 31,2 persen per tahun. Patut dicatat, kenaikan nilai tabungan 65,7 persen dan penabung 21,2 persen tahun 1997-1998 (puncak krismon) yang menunjukkan penduduk pedesaan DIY telah menikmati atau diuntungkan oleh krismon karena harga-harga hasil-hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan, mengalami peningkatan nilai tukar. 

Demikian data-data mikro dari lapangan yang tidak pernah dilihat dan dianalisis para ekonom makro (Neoklasik), menunjukkan betapa keliru kesimpulan telah hancurnya ekonomi Indonesia. Ekonomi rakyat Indonesia tidak pernah mengalami krisis meski pernah kaget, sehingga tidak memerlukan pemulihan. 

Kesan masih adanya "krisis ekonomi" sengaja diciptakan dan dibesar-besarkan oleh eks-konglomerat dan pembelanya yang ingin melepaskan diri dari kewajiban membayar utang pada bank-bank pemerintah. Masyarakat dan pers, hendaknya waspada dalam hal ini. 

Pengertian Dan Fungsi Konsumsi Keynes

Pengertian Dan Fungsi Konsumsi Keynes
Keynes pada tahun 1930-an membuat tiga asumsi tentang teori konsumsi. Pertama, dia berasumsi bahwa kecenderungan mengkonsumsi marjinal (marginal propersity to consume) yaitu jumlah yang dikonsumsi dari setiap dolar tambahan adalah antara nol dan satu. Asumsi ini menjelaskan pada saat pendapatan seseorang semakin tinggi maka semakin tinggi pula konsumsi dan tabungannya. 

Teori keynes kedua adalah rasio konsumsi terhadap pendapatan, yang disebut kecenderungan mengkonsumsi rata-rata (average propensity to consume) turun ketika pendapatan naik. Menurut keynes, proporsi tabungan orang kaya lebih besar daripada orang miskin. Jika diurutkan dari orang sangat miskin sampai kaya akan terlihat proporsi tabungan terhadap pendapatan yang semakin meningkat.

Terakhir, pendapatan merupakan determinan konsumsi yang penting dan tingkat bunga tidak memiliki peran penting. Ini berbeda dengan ekonom klasik yang beranggapan semakin tinggi tingkat suku bunga maka akan mendorong tingkat tabungan dan mengurangi konsumsi. 

Secara matematis, ketiga fungsi konsumsi Keynes dapat dituliskan sebagai berikut:

, , 0 < c < 1
C adalah konsumsi, Y adalah pendapatan disposibel, adalah konstanta, dan c adalah kecenderungan konsumsi marjinal. 

Teori Konsumsi Kuznets
Teori ini merupakan bentuk anomali dari teori fungsi konsumsi Keynes. Anomali tersebut berhubungan dengan dugaan Keynes tentang kecenderungan mengkonsumsi rata-rata turun bila pendapatan naik. Anomali pertama disebutkan secular stagnation yaitu kondisi depresiasi yang berkepanjangan sampai ada kebijakan fiskal yang menggeser/menaikkan permintaan agregat.Keadaan ini terjadi pada saat setelah perang dunia kedua dimana tidak terjadi depresi padahal pendapatan masyarakat setelah perang meningkat. 

Anomali kedua dikemukakan oleh Simon Kuznets yang meneliti data konsumsi dan pendapatan. Dalam penelitiannya ditemukan rasio antara konsumsi dengan pendapatan ternyata stabil dari dekade ke dekade, walaupun telah terjadi kenaikan pendapatan. Kedua anomali tersebut membuktikan fungsi konsumsi Keynesian berlaku untuk data rumah tangga atau jangka pendek, sedangkan jangka panjang fungsi konsumsi cenderung bersifat konstan.

Teori Konsumsi berdasar hipotesis siklus hidup (life cycle hypothesis)
Ando, Brumberg, dan Modigliani (abad 18) memiliki hipotesis bahwa faktor sosial ekonomi seseorang dapat mempengaruhi pola konsumsi orang tersebut. Mereka membagi tiga bagian pola konsumsi berdasarkan umur seseorang seperti pada grafik dibawah ini.

Grafik Siklus Hidup

Bagian I adalah umur0 sampai dengan t0 seseorang mengalami dissaving dimana orang tersebut belum memiliki pendapatan akan tetapi ia perlu konsumsi. Umur t0 sampai t1, orang masih melakukan dissaving karena konsumsi yang lebih besar daripada pendapatan. Bagian II adalah umur t1 sampai dengan t2 seseorang mengalami saving dimana pendapatan lebih besar daripada konsumsi. Untuk bagian III adalah umur t2 dimana orang kembali melakukan dissaving. Ia tidak cukup lagi menghasilkan pendapatan yang cukup untuk menutupi pengeluaran. 

Fungsi konsumsi dari teori ini adalah

C = aW
a adalah MPC yang nilainya tergantung dari umur, selera, dan tingkat bunga, sedangkan W dipengaruhi oleh nilai sekarang penghasilan dari kekayaan, nilai sekarang penghasilan dari balas jasa kerja, dan nilai sekarang penghasilan dari upah yang diharapkan diterima seumur hidup.

Secara spesifik fungsi konsumsinya sebagai berikut:
Di mana C adalah pengeluaran konsumsi, a adalah MPC, A adalah kekayaan, YL adalah penghasilan dari kerja, YLE adalah penghasilan yang diharapkan seumur hidup sejak tahun ini, dan T adalah sisa umur seseorang dihitung dari saat ini

Teori Konsumsi dengan hipotesis pendapatan permanen (permanent income hypothesis)
M Friedman (1957) menjelaskan perilaku konsumsi dengan menggunakan hipotesis pendapatan permanen. Dalam hipotesisnya, pendapatan masyarakat dapat dibedakan menjadi dua yaitu pendapatan permanen dan pendapatan sementara. Pendapatan permanen adalah pendapatan yang diharapkan orang untuk terus bertahan dimasa depan. Pendapatan sementara (pendapatan transitoris) adalah bagian pendapatan yang tidak diharapkan terus bertahan. Nilai pendapatan ini kadang positif dan kadang negatif.

Ukuran pendapatan sendiri merupakan penjumlahan dan pendapatan permanen dan pendapatan sementara atau secara matematis ditulis:

Y = Yp + Yt
Dimana Y adalah pendapatan yang terukur, Yp adalah pendapatan permanen, dan Yt adalah pendapatan sementara.

Untuk itu, Friedman beralasan bahwa konsumsi seharusnya tergantung pada pendapatan permanen karena konsumen menggunakan tabungan dan pinjaman untuk melancarkan konsumsi dalam menanggapi perubahan pendapatan sementara. Jadi fungsi konsumsi menurut Friedman adalah sebagai berikut:

C=αYP
Dimana α adalah konstanta yang mengukur bagian pendapatan permanen yang dikonsumsi.

Teori Konsumsi dengan hipotesis pendapatan relatif (relative income hypothesis)
James Duesenberry mengemukakan tentang teori konsumsi dengan hipotesis pendapatan relatif dengan menggunakan dua asumsi, yaitu :
1. Selera sebuah rumah tangga atas barang konsumsi adalah interdependen. Artinya pengeluaran konsumsi rumah tangga dipengaruhi oleh pengeluaran yang dilakukan oleh orang sekitarnya (tetangganya).
2. Pengeluaran konsumsi adalah irreversible. Artinya, pola pengeluaran seseorang pada saat penghasilan naik berbeda dengan pola pengeluaran pada saat penghasilan mengalami penurunan.

Kedua asumsi tersebut menjadi dasar Duesenberry dalam merumuskan teori konsumsi dalam jangka panjang dan jangka pendek. Fungsi jangka panjang Deusenberry menggunakan asumsi pertama, dimana konsumsi seseorang sangat dipengaruhi pola konsumsi masyarakat sekitar. Akibatnya dalam jangka panjang, kenaikan penghasilan masyarakat secara keseluruhan tidak akan mengubah distribusi penghasilan seluruh masyarakat.

Deusenberry menggunakan asumsi kedua dalam menurunkan fungsi konsumsi jangka pendek. Menurutnya, besarnya konsumsi seseorang dipengaruhi oleh besarnya penghasilan tertinggi yang pernah diperoleh. Proporsi kenaikan pengeluaran konsumsi pada saat penghasilan naik lebih besar nilainya dibandingkan proporsi penurunan pengeluaran konsumsi pada saat penghasilan turun.

Model Pilihan-Antar Waktu Fisher (Fisher’s model intertemporal choice)
Model pilihan antar waktu diperkenalkan oleh Irving Fisher. Fisher menganalisa tentang seberapa rasional para konsumen dalam membuat pilihan antar waktu (melakukan pilihan dalam periode waktu yang berbeda. Apabila semakin banyak yang dia konsumsi saat ini, maka akan semakin sedikit yang bisa dia konsumsi di masa yang akan datang. Model ini melihat halangan-halangan yang dihadapi oleh konsumen dan bagaimana mereka memilih antara konsumsi dan tabungan.

Dalam teorinya, Fisher menjabarkannya beberapa hal mengenai konsumsi seseorang. Adapun penjabarannya tersebut: pertama, konsumen harus memilih kombinasi dibawah garis anggaran. Kedua, konsumen akan memilih kombinasi konsumsi yang diinginkan disepanjang kurva indiferen. Ketiga, konsumen akan berusaha mencapai tingkat kurva indiferen yang setinggi-tingginya, yaitu mencapai kondisi optimum. Keempat, konsumen akan menaikkan tingkat konsumsinya jika pendapatannya juga meningkat, Kelima, perubahan suku bunga riil membuat perubahan kombinasi konsumsi. Yang terakhir, meminjam dan menabung akan mempengaruhi konsumsi saat ini maupun yang akan datang.

Data Mining Dalam Proses KDD (Knowledge Data Discovery)

Data Mining Dalam Proses KDD (Knowledge Data Discovery)
Data Selection
Pada proses ini, seluruh data yang ada si data base dihimpun dan dipilih menjadi target data. Seleksi data ini dilakukan sebelum tahap penggalian informasi yang lebih dalam. Data disimpan dalam berkas terpisah.

Pre-processing/ Cleaning
Proses pembersihan dari noise yang mengganggu data yang relevan. Proses cleaning mencakup pembuangan data yang dupliat, memeriksa data yang inkonsisten, memeperbaiki kesalahan data seperti kesalahan cetak (tipografi). Dilakukan juga proses enrichmnent yaitu menambah data ekternal yang mungkin bisa memperkaya informasi yang berkaitan.

Transformation
Seluruh data yang tealh di perkaya dan dipilih mengalami perubahan (transformasi) sesuai kebutuhan pada proses data mining. Intinya, data disesuaikan agar bisa diolah pada data mining.

Data mining
Pemilihan data yang berkaitan dengan kebutuhan. Pemilihan tersebut terdiri dari klasifikasi, regresi, clustering, dan lainnya. Proses pencarian data yang menarik menggunakan metode tertentu yang sesuai dengan tujuan dan proses KDD secara keseluruhan.

Interpretation/ Evaluation
Pola yang dihasilkan oleh data mining diterjemahkan sehingga lebih dimengerti. Tahap ini akan memeriksa apakah ada data yang bertentangan atau berbeda dengan hipotesa yang sudah dibuat sebelumnya. 

Arsitektur Data Mining
1. Data cleaning: membuang data yang tidak perlu atau noise
2. Data integration : menggabungkan data dari banyak sumber
3. Data Mining Engine : Mentranformasikan data agar bisa diolah oleh data mining
4. Pattern evaluation : untuk menemukan data yang bernilai lewat knowledge base.
5. Graphical User Interface (GUI) : untuk end user.

Kelebihan dan Kekurangan Data Mining
Kelebihan: 
  • Tidak perlu lagi jasa dalam menganalisa data perusahaan dengan cara manual karena sudah ada piranti lunak data mining yang bisa memprediksi target ke depan.
  • Meminimalkan biaya riset.
  • Meminimalkan kemungkinan kerugian ke depannya.
  • Khususnya bagi pemasaran interaktif, para pelaku bisnis yangv baru ingin membuat web, data mining membantu untuk penyusunan konten. Hal ini bisa membuat web perusahaan menjadi lebih efektif.
Kelemahan: 
Data perusahaan yang tidak lengkap membuat sistem data mining kurang akurat, terlebih bila data tersebut penting dan relevan, kelompok data yang tidak konsisten bisa membuat data sulit teranalisa. Misalnya: data customer tidak di update, sehingga customer yang tidak loyal masih masuk dalam customer tetap. 

Penggunaan Data Mining
  • Perusahaan kartu kredit dapat memanfaatkan data transaksi pelanggan-pelanggannya untuk merancang produk kredit baru yang akan menarik minat para customer tersebut.
  • Perusahaan produk makanan atau kebutuhan keseharian bisa menggunakan data mining untuk meningkatkan penjualan produk ke retailer. Dengan melihat data customer, pengiriman, competitor, kita bisa menganalisis sebab mengapa customer berpindah ke produk lainnya dan bisa menyususn strategi pemasaran baru yang lebih efektif.
  • Perusahaan farmasi bisa melihat aktivitas penjualan terkininya dan menargetkan produk apa yang kedepannya bisa lebih berkembang atau laku dipasaran.
AKAMAI
  • Merupakan penyedia jasa akselerasi konten dan kegiatan bisnis online terkemuka.
  • Dipercaya oleh lebih dari 2.000 organisasi untuk menjadikan Internet sebagai tempat yang aman dan dapat diandalkan bagi mereka untuk berbisnis.
  • Memiliki platform global dengan ribuan server yang dilengkapi khusus untuk membantu Internet agar bertahan dari permintaan konten interaktif, transaksi, dan aplikasi harian yang berlebihan.
  • Menyediakan jasa kepada konsumen tanpa perlu membangun atau memasang infrastruktur.
Sebagai profesional yang ingin meningkatkan performa dan reliabilitas Website, konten, dan aplikasi Anda, maka Akamai merupakan rekan kerja yang tepat. Akamai mendeteksi dan menghindari masalah dan kelemahan Internet yang sering muncul untuk memastikan Website tampil secara optimal, pengunduhan media dan piranti lunak tanpa gangguan, and aplikasi tampil konstan.

Cakupan Pasar
• Jasa Keuangan
Melindungi dan melakukan transaksi untuk Charles Schwab, E*TRADE, Morgan Stanley dan institusi terkemuka lainnya. 

• Permainan
Melakukan penyampaian konten permainan untuk konsol seperti Nintendo, dan membantu banyak perusahaan lain untuk bertemu gamer. 

• Hotel dan Usaha Perjalanan
Menangani penyewaan online untuk hotel dan travel terbesar di dunia seperti Expedia, Marriott, dan Travelocity. 

• Manufaktur dan Otomotif
Dipercaya oleh seluruh pengusaha otomotif teratas – Toyota, GM, Audi, BMW, dan lainnya. 

• Media dan Hiburan
Menyediakan konten untuk lima dari enam situs musik online, 29 dari 30 perusahaan media atau hiburan.

• Sektor Publik
Melakukan operasi online untuk sepuluh dari pemerintahan di seluruh dunia, seluruh cabang milliter AS, dan banyak organisasi lainnya.

• Retail dan Barang Konsumsi
Memungkinkan $100 juta pendapatan tahunan e-commerce, digunakan oleh lebih dari 85% retailer online terkemuka. 

• Piranti Lunak dan Teknologi
Digunakan oleh lima besar perusahaan anti-virus untuk menyalurkan piranti lunak secara online.

Infrastruktur Akamai


Cara Kerja
Secara singkat, server Akamai akan mengambil dan menyalin konten dari klien untuk kemudian disampaikan kepada pengguna akhir. Klien Akamai tidak perlu membangun infrastruktur karena Akamai telah membangun sejumlah server di region dunia. Dengan menggunakan server Akamai, penyaluran konten kepada pengguna akhir akan lebih cepat dan akurat.

Teknologi Akamai
EdgePlatform merupakan salah satu platform komputerisasi distribusi terbesar di dunia. Jaringan EdgePlatform memiliki lebih dari 48,000 server yang aman yang dilengkapi oleh piranti lunak yang tepat dan dipasang di 70 negara, berdasar pada matematika terapan dan algoritma, untuk memecahkan masalah kelebihan muatan dan kelemahan Internet.

Pendekatan EdgePlatform
Memotong Jalur Panjang
Server-server EdgePlatform ini ditempatkan di kurang lebih 1,000 jaringan dunia yang memantau Internet setiap saat. Akamai menyalin kemudian menyampaikan konten dan aplikasi dari server terdekat ke pengguna akhir di seluruh dunia.

Optimalisasi Jalur
Akamai memetakan keseluruhan jalur Internet untuk menghindari titik masalah, kompresi konten, dan menyalin paket data agar penyampaian aplikasi lebih cepat, lebih konstan, serta lebih aman. 

Server Akamai
  • Tokyo: Vectant dan NTT Communications
  • Beijing: ChinaNetCenter Co Ltd
  • New York: Cable & Wireless
  • Boston: Akamai Technologies Assets
  • Hong Kong: iAdvantage
  • Singapore: EyeBlaster Ltd
  • Paris: France Telecom Long Distance
  • Malaysia: Telekom Malaysia Berhad
  • Amsterdam: Global Switch
  • Sydney: Telstra BigPond Australia dan Equinix
GOOGLE ANALYTICS
Google Analytic merupakan sebuah layanan gratis dari google.com yang menyajikan informasi mengenai pengunjung dari sebuah website. Google Analytics merupakan solusi analisis web tingkat perusahaan yang memberikan informasi secara rinci tentang kunjungan situs web dan keefektifan pemasaran. Kini, fitur yang kuat, luwes, serta mudah digunakan membuat Anda dapat melihat dan menganalisis data kunjungan dengan cara baru. Dengan Google Analytics, Anda dapat membuat iklan bertarget yang lebih baik, memperkuat prakarsa pemasaran dan membuat situs web konversi yang lebih tinggi. Google Analytic merupakan salah satu aplikasi yang menyajikan informasi hasil web usage mining yang menggunakan teknik page tags.

Semua informasi tersebut disajikan dalam laporan visual yang mudah dibaca, lengkap, dan intuitif. Google Analytics tidak akan mengganggu performa atau tampilan situs Web dan tidak ada file tambahan yang harus di-host di situs Web. Dengan informasi dari Google Analytics, pengguna dapat mengarahkan lalu lintas ke situs secara lebih efisien dan mengkonversikan lalu lintas tersebut secara lebih efektif.

Dengan menggunakan google analytic, para pemilik website dapat mendapatkan informasi detail mengenai pengunjung, selain itu juga dapat mengetahui jumlah pengunjung perbulan, perhari serta jam-jam tertentu, serta jumlah pengunjung dari masing-masing negara atau kota, dan juga kita dapat mengetahui statistik jumlah pengunjung tiap halaman yang ada. Nah, dengan memakai Google Analytics ini, jumlah kunjungan ke blog atau website kita akan ditampilkan, lengkap dengan rincian-rincian lainnya, seperti jumlah halaman yang dibuka visitor, judul yang paling diminati visitor, asal negara visitor, dan lain-lain.

Google Analytics menginformasikan tentang cara pengunjung menemukan dan berinteraksi dengan situs. Pengguna dapat membandingkan perilaku dan keuntungan pengunjung yang diarahkan dari setiap iklan, kata kunci, mesin pencari, dan email, serta mendapatkan pemahaman yang berharga tentang cara menyempurnakan konten dan desain situs. Apapun ukuran situs dan bagaimanapun pengguna mengarahkan lalu lintas ke situs tersebut - dengan pencarian gratis, situs mitra, AdWords, atau program biaya per klik lainnya - Google Analytics akan melacaknya, dari klik hingga konversi.

Semua informasi tersebut disajikan dalam laporan visual yang mudah dibaca, lengkap, dan intuitif. Google Analytics tidak akan mengganggu performa atau tampilan situs Web dan tidak ada file tambahan yang harus di-host di situs Web.

Dengan informasi dari Google Analytics, pengguna dapat mengarahkan lalu lintas ke situs secara lebih efisien dan mengkonversikan lalu lintas tersebut secara lebih efektif.

Cara Kerja
Cara kerja dan penggunaan Google Analytics sangatlah mudah. Cukup dengan menyisipkan kode Javascript yang telah disediakan setelah anda menjadi anggota pengguna Google Analytics maka semua statistik halaman web yang telah disisipkan kode tersebut akan diproses oleh Google. Layanan ini memberi kemudahan dan keringanan kerja bagi webmaster atau pemilik situs.\

Google Analytics menggunakan cookie dan kode JavaScript untuk mengumpulkan informasi tentang pangunjung dan melacak data. Google Analytics secara anonim melacak interaksi pengunjung dengan situs Web, termasuk asal mereka, aktivitas mereka di situs, dan apakah mereka menyelesaikan tujuan konversi situs. Analytics juga melacak data e-commerce dan menggabungkannya dengan informasi dan konversi untuk memberikan pemahaman tentang performa iklan.

Caranya:
1. Login ke Google, bisa juga pake account email @gmail.com
2. Lalu ke: www.google.com/analytics
3. Daftar disana, dan ikuti semua langkah-langkah yang ada, nanti dikasih kode.

Contoh Kodenya:
Catatan: Kode yang diberikan sbg contoh diatas JANGAN di copy paste.
Gunakan HANYA kode yang diberikan oleh Google Analytics. Nantinya kode yang diberikan akan berbeda di yang saya kasih bold dikode.
4. Copy paste keseluruhan kode tersebut ke Blogspot.
5. Lokasi ngopi-nya: Dashboard -> Layout -> Edit HTML
6. Pada bagian "Edit Template", scroll hingga paling bawah kolom kode-kode tsb.

Cari:
7. Tambahkan (copy paste) kode dari Google Analytics tersebut persis diatas/diantara:
8. Lalu "Save Template".
9. Di akun google analyticsnya di save juga pas habis selesai pasang kode. Tunggu 24 jam sesudah kode terpasang, baru akan dihitung pengunjungnya.

Catatan: Jika mengganti Theme, seluruh widget yang terpasang akan hilang. Jadi harus dipasang kembali. Caranya:
1. Masuk ke google analytics,
2. Klik “edit” pada alamat website.
3. Klik “check status” dibagian atas.
4. Copy kembali seluruh kodenya, dan ditaruh ditempat yang sama seperti langkah2 diatas.

Phishing, Apa dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Dalam ruang lingkup computer security, phishing adalah salah bentuk kejahatan elektronik dalam bentuk penipuan. Dimana proses phishing ini bermaksud untuk menangkap informasi yang sangat sensitif seperti username, password dan detil kartu kredit dalam bentuk menyaru sebagai sebuah entitas yang dapat dipercaya/ legitimate organization dan biasanya berkomunikasi secara elektronik.

Komunikasi yang dipakai ini mulai dalam bentuk web site social yang sangat popular di mata masyarakat, site-site auction/ lelang, pengolah transaksi online payment atau dalam bentuk lain yang biasanya user menggunakan site tersebut untuk kepentingan administrasi, seperti email site, site jejaring public, dan lainnya. Bentuk phishing yang lain adalah mengirimkan email official dan instant messaging kepada user yang biasanya menggunakan site-site legitimate dan site-site nama besar perusahaan yang dikenal masyarakat dilengkapi dengan logo perusahaan, header email official sampai dengan cap dan tanda tangan salah satu pimpinan perusahaan tersebut. 

Cukup fantastis untuk mempengaruhi user, tujuan dari phishing ini bermacam-macam:
  • Pertama, hanya untuk menangkap user account dan password, bertujuan untuk eksploitasi data user dan administrator. 
  • Kedua, memberikan tawaran investasi palsu, bertujuan untuk menipu.
  • Tiga, bisa saja memberikan informasi sesat kepada user, yang bertujuan untuk melakukan justifikasi buruk kepada perusahaan lain (black campaign). Teknik yang terakhir ini dapat dikatakan social engineering, sebuah teknik yang jarang dilakukan oleh hacker tetapi sangat ampuh untuk membuat opini buruk kepada perusahaan pesaingnya.
Teknik phishing pertama kali disampaikan dalam seminar TI di sebuah forum internasional di US oleh International HP group Interex pada tahun 1987. Istilah phisTeknik phishing pertama kali disampaikan dalam seminar TI di sebuah forum internasional di US oleh International HP group Interex pada tahun 1987. Istilah phishing pertama kali dibukukan dan dicatat pada 2 Januari tahun 1996 oleh AOL Usenet newsgroup. Istilah lain dari phishing adalah phreaking, istilah ini dipakai untuk menangkap informasi-informasi yang berjenis financial, tetapi tidak begitu popular dikalangan hacker.

Berbagai Teknik Phishing
1. Social Engineering, masyarakat memiliki sebuah reaksi terhadap kejadian-kejadian penting, teknik ini sangat ampuh digunakan oleh hacker untuk menangkap informasi-informasi penting tanpa usaha yang rumit, seperti mengirimkan header email "Bantulah Rakyat Aceh yang tertimpa Tsunami, kirimkan informasi anda sebagai volunteer", header email lain yang menyentuh "Bantulah Korban Bencana Alam Situ Gintung, kirimkan secuil harta anda kepada mereka", dan lainnya.
2. Manipulasi Link, teknik ini adalah menyesatkan user dengan mengklik salah satu URL yang ada di email legimate yang dikirimkan oleh hacker, seluruh email isinya asli dari perusahaan yang mengirimkannya, tetapi ada salah satu link yang dibelokkan oleh hacker yang akan menuju ke server lain yang bukan server sebenarnya (unlegitimate server). Nah, informasi user akan tertangkap oleh server palsu tersebut.
3. Filter Evasion, seorang ahli phisher/hacker akan menggunakan teknik ini untuk menghindari jeratan/filter phishing, biasanya akan menempelkan image untuk phishing, sehingga filter phishing yang dibuat oleh developer tidak dapat mengetahui adanya phishing atau tidak.
4. Website Forgery, seorang user sebagai korban yang mengunjungi website phishing tidak dapat mengetahui secara pasti, apakah website tersebut asli atau palsu, karena website akan dibuat sedemikian rupa sama dengan aslinya. Mungkin Anda masih ingat kasus website palsu clickbca.com atau kilkbca.com yang digunakan untuk menangkap username dan password user yang salah ketik ke situs tersebut. 

Sekarang sudah lebih aman karena dilengkapi token untuk filtering transaksi e-banking. Teknik ini sangat ampuh dan sudah lama digunakan oleh hacker untuk mengelabui user. Teknik ini terkenal dengan sebutan Man-in-the middle.

5. Phone Phishing, tidak semua serangan phishing menggunakan website palsu. Seringkali hacker menggunakan media lain yang digunakan untuk phishing. Model phone phishing digunakan para hacker untuk mengelabui para user, biasanya mengirimkan email yang berlogo asli bank yang dipakai oleh user. 

Dengan menggunakan beberapa kalimat official, hacker berdalih melakukan maintenance atau meningkatkan keamanan account bank user, si user dipersilahkan memasukkan kembali username dan password internet banking atau account banking, kemudian ditambahkan nomor telpon administrator atau customer service sebagai heldesk problem ini. Tetapi semua fasilitasi ini adalah palsu, dengan harapan user tidak sadar tertipu dan semua informasi rahasia bahkan mentransfer sejumlah dana kepada para phone phishing tersebut.

6. Teknik phone phishing yang lain adalah menempelkan script kecil ke situs-situs banking yang legitimate. Bila user tidak teliti maka user akan terkena jebakan yang akan menggiring user tersebut ke sebuah situs palsu tetapi official. Situs ini bisa dikatakan aspal, karena user tidak menyadari sedang mengakses situs palsu di dalam situs asli.

*) Penulis adalah IGN Mantra, Analis Senior Keamanan Jaringan dan Pemantau Trafik Internet ID-SIRTII sekaligus Dosen Keamanan Jaringan dan Cybercrime, dapat dihubungi di email: mantra@idsirtii.or.id.

Cara Mengatasi Phishing
Phishing filter dapat diinstal pada komputer pengguna untuk membantu mencegah serangan phishing terjadi. Filter tersebut bekerja dengan cara mengenali mana yang merupakan email sah dan yang mana yang tidak. 

Semua filter ini bekerja dengan menyediakan real-time perlindungan terhadap segala jenis penipuan phishing karena mereka mampu mengenali situs-situs palsu saat seseorang menggunakan Internet. Beberapa perusahaan seperti Microsoft telah memiliki penyaring yang diinstal ke dalam browser Internet. Anda mungkin perlu mengunduh versi terbaru dari browser untuk memperolehnya.

Filter yang diinstal ke browser Internet sekali dihidupkan akan langsung memindai setiap website yang dilihat. Kemudian mereka akan melihat lebih dekat karakteristik tertentu setiap situs dan mereka akan dapat melakukan identifikasi situs-situs yang benar dan mana yang penipuan. Begitu mereka mengidentifikasi orang-orang yang phising, kemudian mereka akan mem-blok aksesnya.

Pada kasus Citibank, untuk mengatasi phishing Citibank dapat membeli domain web site palsu ketika masa berlakunya sudah habis untuk kemudian dialihkan ke web site resmi Citibank.
 

Kumpulan Artikel News Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger