Prestasi Belajar Kewirausahaan Dengan Minat Berwiraswasta

Prestasi Belajar Kewirausahaan Dengan Minat Berwiraswasta
Istilah kewiraswastaan (entrepreneurship) sudah tidak asing lagi bagi masyarakat, walaupun maknanya belum begitu difahami benar. Masih banyak di antara kita belum menyadari pentingnya kewiraswastaan.

Kenyataan menunjukkan bahwa kehidupan sekarang haruslah diwarnai oleh inovasi-inovasi diberbagai bidang. Dimana setiap manusia dituntut memiliki inovasi ,sebagai proses kreatif. Seseorang tidak dapat sukses apabila ia belum memiliki semangat untuk berwirausaha.

Di Indonesia kesadaran untuk berwirausaha masih sangat kecil. Hal ini disebabkan karena adanya beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu secara historis Indonesia merupakan negara bekas jajahan negara Belanda. Dimana sebagian besar anggota beranggapan bahwa menjadi seorang pekeerja(terutama sebagai pegawai negeri) adalah Priyayi / orang yang mempunyai status sosial cukup tinggi dan disegani oleh Warga masyarakat. Selain itu kurangnya perhatian dari para pendidik mengenai pentingnya pendidikan kewirausahan. 

Diberbagai Negara besar termasuk Amerika Serikat mulai mengembangkan pendidikan kejuruan. Karena dirasa penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang berarah pada usaha,guna memperbaiki posisi Amerika dalam persaingan ekonomi dan militer.

Maka dirasa begitu perlu bangsa Indonesia untuk mengembangkan pendidikan kewirausahaan baik disekolah maupun di perguruan tinggi. Karena Indonesia merupakan negara yang sedang berkambang. Dimana masyarakatnya harus mampu berfikir lebih kedepan untuk meningkatkan kesejahteranya pada umumnya dan Bangsa dan Negara pada khususnya. Sehingga masyarakat diharapkan pula untuk tidak selalu berfikir menjadi seorang pegawai negri atau bawahan saja.

Oleh karena itu perlu diberikan wawasan dan pemahaman dalam berwiraswasta,maka dituntut adanya penyajian pelajaran tentang kewirausahaan dan pendidikan tidak hanya mengarah pada pendidikan bersifat kognitif,tetapi juga afektif dan psikomotorik. Sehingga seorang anak tidak hanya mempunyai kemampuan pelajaran eksak saja tetapi juga sosial termasuk pada bisnis.

Memasuki milenium ke tiga dan persiapan global yang lebih beretika sangat mendesak membuat program reorientasi semangat kewirausahaan pada pengusaha kita agar mengubah orientasi yang sangat individualistik, menjadi orientasi yang lebih sehat sebagaimana dikatakan pakar kewirausahaan Raymond Y. Kao dari Singapura. 

Seorang wirausaha harus memiliki karakter dasar yaitu adanya visi yang jauh kedepan yang menjadi dasar pendorong perubahan den karena kemampuan mengkombinasikan berbagai sumberdaya untuk menndapatkan suatu yang baru. Seorang penulis membuat analogi bahwa mencari ciri seorang wirausahawan sama dengan mencari binatang mitos. Orang merasa mengetahui bentuknya, tetapi kalau dicari tidak bisa ditemukan di manapun. 

Kewirausahaan saat ini sedang digalakkan di Indonesia baik lingkungan perguruan tinggi, masyarakat umum maupun kalangan pengusaha kecil serta pemerintahan. 

Besarnya peranan kewirausahaan bagi peningkatan perekonomian masyarakat Indonesia saat ini, menjadikan wirausaha sebagai topik yang menarik untuk dibahas. Masing-masing pihak mencoba meraih kesempatan-kesempatan yang ada untuk dapat dimanfaatkan dalam pengembangan kegiatan wirausaha ini. Di dalam paper ini akan dibahas masalah bagaimana mendidik manusia wiraswasta lewat sekolah.

1. Pengertian Kewirausahaan 
Secara Etimologis, Wira berarti perwira, utama, teladan, berani.Swa berarti sendiri,sedangkan Sta berati berdiri. Jadi wiraswasta berarti keberanian berdiri di atas kaki sendiri (dalam berusaha, bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup).

Kewirausahaan adalah semangat, perilaku dan kemampuan untuk memberikan tanggapan yang positif terhadap peluang memperoleh keuntungan untuk diri sendiri dan atau pelayanan yang lebih baik, serta menciptakan dan menyediakan produk yang lebih bermanfaat dan menerapkan cara kerja efisien, melalui keberanian mengambil resiko, kreativitas dan inovasi serta kemampuan managemen. 

Pengertian di atas mencakup esensi kewirausahaan yaitu tanggapan yang positip terhadap peluang untuk memperoleh keuntungan untuk diri sendiri dan atau pelayanan yang lebih baik pada pelanggan dan masyarakat, cara yang etis dan produktif untuk mencapai tujuan serta sikap mental untuk merealisasikan tanggapan yang positip tersebut. Semangat, perilaku dan kemampuan wirausaha tentunya bervariasi satu sama lain dan alas dasar itu wirausaha dikelompokkan menjadi tiga tingkatan yaitu : wirausaha awal, wirausaha tangguh, wirausaha unggul. Wirausaha yang perilaku dan kemampiannya yang lebih menonjol dalam memobilisasi sumber daya dan dana, serta mentransformasikannya menjadi output dan memasarkannya secara efisien lazim disebut Administrative Entrepreneur. Sebaliknya wirausaha yaitu perilaku dan kemampuannya menonjol dalam kreatifitas, inovasi serta mengantisipasi dan menghadapi resiko lazim disebut Innovative Entrepreneur. 

Untuk menjadi pengusaha yang sukses seorang dituntut untuk, memenuhi kualifikasi sebagai seorang wirausahawan. Pada kenyataannya tidak semua pengusaha adalah wirausahawan yang memiliki sifat kewirausahaan. Pada umumnya yang dimaksud dengan wirausaha sama dengan wiraswasta atau pengusaha yaitu semua orang yang memiliki usaha atau melakukan kegiatan usaha untuk memperoleh keuntungan atau komisi. Ciri negatif tapi sangat menonjol pada sebagian pengusaha kita ditahun 80-an dan 90-an adalah Semangat dan perilaku mereka mencari keuntungan pribadi sebanyak-banyaknya dengan menghalalkan segala cara. 

Wirausaha adalah seseorang yg merasakan adanya peluang, mengejar peluang yg sesuai dng situasi dirinya, dan percaya bahwa kesuksesan suatu hal yg dpt dicapai (Jose Charlos Jarilo-Mossi). Wiraswasta adalah seseorang yg mampu menciptakan produk / jasa dengan kekuatan inovasi shg lebih efisien / efektif serta bertujuan untuk kesejahteraan dirinya ( orang lain)

Kewirausahaan adalah suatu pola tingkah laku manajerial yg terpadu dalam upaya pemanfaatan peluang yg tersedia tanpa mengabaikan sumber daya yg dimiliki (Howard H. Stevenson). Resiko Wirausaha yaitu : Obstacle ( hambatan), Hardship ( kesulitan), Very rewarding life (imbalan / hasil yg memukau).

Pengertian tersebut di atas berarti bahwa seseorang wiraswastawan modal utamanya adalah ketekunan yang dilandasi sikap optimis, kreatif dan melakukan usaha sebagai pendiri pertama disertai pula dengan keberanian menanggung resiko berdasarkan suatu perhitungan dan perencanaan yang tepat, adanya perhitungan dan perencanaan yang tepat sebetulnya wiraswastawan bukanlah pengambil resiko melainkan penentu resiko.

Dari beberapa pendapat tersebut ternyata wiraswasta pengertiannya luas sekali oleh karena sangat luasnya, maka pernah sebagian orang menyarankan istilah wiraswasta khusus diperuntukkan bagi lingkup swasta, sedangkan di lingkup pemerintahan sebaiknya digunakan istilah wira karya. Namun apapun istilah yang digunakan aspek kemandirian, dengan keberanian, otonom berdaulat, merdeka lahir dan batin merupakan aspek yang khas dan penting dalam berwiraswasta.

2. Pendidikan Wiraswasta di Sekolah
Pendidikan kewirausahan pada dasarnya dilaksanakan guna menumbuhkan jiwa berwirauasaha pada para siswa dan para staf pengajar. Tumbuhnya pendidikan ini karena didorong oleh keinginan dan semangat untuk menghadapi persaingan global. Dimana setiap orang dituntut untuk mampu menampilkan keahlian-keahlian serta inovasi baru agar tidak kalah bersaing dengan negara lain.

Program Pengembangan kewirausahaan diharapkan menjadi wahana yang sinergis antara penguasaan sain dan teknologi dengan jiwa kewirausahaan. Serta dengan berkembangan pendidikan kewirausahan diharapkan seorang siswa tidak hanya akan berkembang nilai akademisnya saja. Akan tetapi juga akan memberikan kemandirian perekonomian dalam kewirausahaan. Sebagai akibatnya akan memberikan kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan (peluang) dalam bisnis serta kemampuan mengoptimalisasikan sumber daya dan mengambil tindakan serta memiliki motivasi tinggi dalam mengambil resiko dalam rangka menyukseskan bisnisnya.

Minat siswa terhadap kewiraswastaan perlu diketahui oleh guru maupun siswa irusendiri mengingat minat ini dapat mengarahkan siswa untuk melakukan pilihan dalam menentukan cita-citanya. Cita-cita merupakan perwujudan dari minat dalam hubungan dengan proses/jangkauan masa depan bagi siswa untuk merencanakan dan menentukan pilihan terhadap pendidikan, jabatan atau pekerjaan yang diinginkan. Siswa yang berminat dalam berwirasawasta cenderung memilih karir ke sektor swasta dan berwiraswasta. Dalam kaitan ilmu pengetahuan, siswa yang berminat dalam wiraswasta akan tertarik dengan pengetahuan/ilmu yang berhubungan dengan minatnya tersebut.

Peranan sekolah atau peguruan tinggi adalah untuk memotivasi siswa agar setelah lulus mereka mampu menjadi seorang wirausahaan muda yang berkualitas dan siap bersaing. Sehingga semakin banyak lulusan siswa atau mahasiswa dapat mengurangi pertambahan jumlah pengangguran bahkan menambah jumlah lapangan kerja. Akan tetapi sekarang pertanyaannya adalah apakah sekolah atau perguruan tinggi dapat melahirkan atau mencetak wirausahawan muda? Oleh karena itu sekarang peranan sekolah dan perguruan tinggi memotivasi para lulusansekolah atau sarjana menjadi seorang wirausahawan muda untuk meningkatkan jumlah wiraussahawan serta diharapkan mampu membuka lowongan baru.

Pendidikan kejuruan atau kewirausahan khususnya yng berkenaan dengan bisnis ,dapat dilakukan pada setiap jenjang pendidikan dimulai dari Sekolah Dasar,Sekolah Menengah Pertama,Sekolah Menengah Atas sampai pada Perguruan Tinggi. Sebagai negara yang sedang berkembang ,Indonesia masih kekurangan wirausahawan. Hal ini masih dapat dipahami, karena kondisi pendidikan di Indonesia masih belum menunjang kebutuhan pembangunan pada sektor Ekonomi. Hal ini terbukti bahwa hampir seluruh sekolah masih didominasi oleh pelaksanaan pendidikan dan pembelajarang yang konvensional. Semua terjadi karena institusi pendidikan dan masyarakat kurang mendukung pertumbuhan wirausahawan.

Sekolah dan Perguruan Tinggi juga harus dapat memberikan motivasibagi para lulusannya menjadi young entrepreneurs merupakan bagian salaah satu faktor pendorong pertumbuhan kewirausahaan. Menurut Tomas Zimmeren,ada delapan faktor pendorong pertumbuhan kewirausahaan antara lain:

1. Wirausahawan Sebagai Pahlawan
Faktor tersebut sangat mendorong setiap oranguntuk mencoba mempunyai usaha sendiri karena adanya sikap masyarakat bahwa seorang wirausahawan dianggap sebagai seorang pahlawan serta sebagai model untuk diikuti. Oleh kerena itu setatus ini akan mendorong seseorang untuk memulai usahanya sendiri.

2. Pendidikan Kewirausahaan 
Pendidikan wirausahaan sangat diminati di Luar Negeri ,karena masyarakat takut dengan berkurangnya berkurangnya kesempatan kerja yang tersedia sehingga mendorong mereka untuk belajar kewirausahaan dengan tujuan setelah lulus mereka dapat membuka usaha sendiri.

3. Faktor Ekonomi ddan Kependudukan
Sebagian besar orang memulai bisnis antara umur 25 tahun sampaidengan 39 tahun. Hal ini di dukung oleh komposisi jumlah penduduk pada suatu negara. Ter lebih lagi bahwa wira usahawan tidak dibatasi oleh umur , jenis kelamin , ras , latar belakang ekonomi , atau apaun juga dalam pencapaian sukses dengan memiliki bisnis sendiri.

4. Pergeseran ke Ekonomi Jasa
Karena sektor jasa relatif rendah investasi awalnya sehinga menjadi populer dikalangan para usahawan dan mendorong mereka untuk mencoba memulai usaha sendiri pada bidang jasa.

5. Kemajuan Teknologi
Dengan bantuan mesin bisnis modern seperti komputer , laptop , notebook , mesin fax , mesin penjawab telepon,dll seseorang dapat bekerja dirumah layaknya bisnis besar. Apalagi sekarang semua mesin-mesin tersebut harganya berada jangkauan bisnis kecil.

6. Gaya Hidup Bebas
Seorang usahawan memiliki waktu luang dan kebebasan untuk keluarga dan teman. Memiliki banyak waktu senggang berarti memiliki waktu untuk mengendalikan stres yang berhubungan dengan masalah kerja.

7. E-Commerce dan World-Wide-Web
perdagangan secara on-line tumbuh cepat sekali , sehingga menciptakan perdagangan dengan banyak kesempatan bagi para wirwusahawan berbasis internet atau website.

8. Peluang Intenasional
Dalam pencarian pelanggan ,bisnis kecil kini tidak lagi dibatasi dalam ruang lingkup Negara sendiri. Pergeseran Ekonomi global yang dramatis telah membuka pintu peluang bisnis yang luar biasa bagi para usahawan yang bersedia menggapai seluruh dunia.

Seperti yang telah dikemukakan di atas bahwa sekolah dan perguruan tinggi mempunyai peranan penting dalam memotivasi peserta didik agar mampu dan siap untuk berwira usaha sendiri. Oleh karena itu sekolah dan perguruan tinggi berperan menyadiakan wadah yang memberikan kesempatan untuk memulai usaha yang dimulai sejak ia bersekolah hingga lulus. Serta memberikan wawasan serta gambaran secara jelas tentang manfaat berwirausaha. Karena jika tidak, kemungkinan besar para siswa dan mahasiswa tadak termotivasi untuk memperdalam keterampilan berbisnisnya .
 

Kumpulan Artikel News Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger