Faktor yang Mempengaruhi dan Kriteria Pengukuran Efektivitas

Faktor yang Mempengaruhi dan Kriteria Pengukuran Efektivitas
Efektivitas organisasi publik maupun bisnis dapat dikaji secara komprehensif dari tiga perspektif, yaitu individu, kelompok, dan organisasi. Hal ini dimaksudkan bahwa di dalam mengukur efektivitas suatu organisasi maka yang pertama harus diukur adalah efektivitas individu yang menekankan pada kinerja pelaksanaan tugas dari karyawan tertentu pada unit tertentu. Selanjutnya, efektivitas kelompok menggambarkan kontribusi secara sinergis seluruh anggota kelompok pada unit kerja tertentu. Akhirnya, efektivtas organisasi mencerminkan pencapaian tujuan organisasi yang merupakan konstribusi dari setiap unit atau bagian dalam suatu organisasi secara keseluruhan.

Oleh karena itu dalam setiap upaya manajemen atau pemimpin  organisasi untuk meningkatkan efektivitas organisasi harus memperhatikan hubungan individu dalam kelompok dan kelompok tehadap organisasi.

Berdasarkan pandangan tersebut maka dapat dikemukakan bahwa efektivitas suatu organisasi dalam mencapai tujuan atau sasaran atau pelaksanaan program dan kegiatan tertentu sudah pasti  dipengaruhi oleh sejumlah unsur atau faktor, baik terhadap efektivitas individu, kelompok, maupun organisasi. Hasil Penelitian John R. Kemberly dan David B.Rottaman (1987) sebagaimana yang dikutip oleh Gibson et, al (1995) menunjukkan bahwa terdapat sejumlah faktor yang menjadi penyebab efektivitas individu, kelompok, dan organisasi yaitu:

Menurut Richard M Steers (1985:8) terdapat empat faktor yang mempengaruhi efektivitas suatu organisasi, yaitu:
1.      Karakteristik organisasi adalah hubungan yang sifatnya relatif tetap seperti susunan sumber daya manusia yang terdapat dalam organisasi. Struktur merupakan cara yang unik menempatkan manusia dalam rangka menciptakan sebuah organisasi. Dalam struktur, manusia ditempatkan sebagai bagian dari suatu hubungan yang relatif tetap yang akan menentukan pola interaksi dan tingkah laku yang berorientasi pada tugas.
2.      Karakteristik Lingkungan, mencakup dua aspek. Aspek pertama adalah lingkungan ekstern yaitu lingkungan yang berada di luar batas organisasi dan sangat berpengaruh terhadap organisasi, terutama dalam pembuatan keputusan dan pengambilan tindakan. Aspek kedua adalah lingkungan intern yang dikenal sebagai iklim organisasi yaitu lingkungan yang secara keseluruhan dalam lingkungan organisasi.
3.      Karakteristik Pekerja merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap efektivitas. Di dalam diri setiap individu akan ditemukan banyak perbedaan, akan tetapi kesadaran individu akan perbedaan itu sangat penting dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Jadi apabila suatu organisasi menginginkan keberhasilan, organisasi tersebut harus dapat mengintegrasikan tujuan individu dengan tujuan organisasi.
4.      Karakteristik Manajemen adalah strategi dan mekanisme kerja yang dirancang untuk mengkondisikan semua hal yang di dalam organisasi sehingga efektivitas tercapai. Kebijakan dan praktek manajemen merupakan alat bagi pimpinan untuk mengarahkan setiap kegiatan guna mencapai tujuan organisasi. Dalam melaksanakan kebijakan dan praktek manajemen harus memperhatikan manusia, tidak hanya mementingkan strategi dan mekanisme kerja saja. Mekanisme ini meliputi penyusunan tujuan strategis, pencari-an dan pemanfaatan atas sumber daya, penciptaan lingkungan prestasi, proses komunikasi, kepemimpinan dan pengambilan keputusan, serta adaptasi terhadap perubahan lingkungan inovasi organisasi.

Efektivitas dalam kegiatan organisasi dapat dirumuskan sebagai tingkat perwujudan sasaran yang menunjukkan sejauh mana sasaran telah dicapai. Sumaryadi (2005:105) berpendapat dalam bukunya ”Efektivitas Implementasi Kebijakan Otonomi Daerah” bahwa Organisasi dapat dikatakan efektif bila organisasi tersebut dapat sepenuhnya mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Efektivitas umumnya dipandang sebagai tingkat pencapaian tujuan operatif dan operasional.  Dengan demikian pada dasarnya efektivitas adalah tingkat pencapaian tujuan atau sasaran organisasional sesuai yang ditetapkan. Efektivitas adalah seberapa baik pekerjaan yang dilakukan, sejauh mana seseorang menghasilkan keluaran sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini menghindikasikan bahwa, apabila sesuatu peker-jaan dapat dilakukan dengan baik sesuai dengan yang direncanakan, maka dapat dikatakan efektif tanpa memperhatikan waktu, tenaga dan yang lain.  Winardi (2009:84) menjelaskan “Efektivitas adalah hasil yang dicapai seorang pekerja dibandingkan dengan hasil produksi lain dalam jangka waktu tertentu, dan efektivitas keorganisasian” dapat dianggap sebagai alat pengukur kualitas hubungan sebuah organisasi dengan lingkungannya. 

Semua pendapat di atas menggambarkan bahwa efektivitas hanya berkaitan dengan pencapaian unjuk kerja yang maksimal dalam arti pencapaian target yang berkaitan dengan kualitas, kuantitas dan waktu. Jadi efektivitas ini lebih berorientasi kepada keluaran, sedangkan masalah penggunaan masukan dibandingkan dengan keluaran yang dihasilkan lebih menekankan pada efisiensi. Oleh karena itu, diperlukan kriteria dan indikator untuk menilai efektif tidaknya pencapaian tujuan dan kerja suatu organisasi termasuk efektivitas implementasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berdasarkan Peraturan Pemerintah  Nomor 41 Tahun 2007 di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Menurut Steers sebagaimana yang dikutip oleh Tangkilisan (2005:64) bahwa terdapat  lima kriteria yang dapat digunakan dalam pengukuran efektivitas organisasi yaitu:(1). Produktivitas; (2). Kemampuan adaptasi atau fleksibilitas; (3). Kepuasan kerja; (4). Kemampuan berlaba; dan (5). Pencarian sumber daya. Sementara itu menurut pendapat John.P.Campbell yang dikutip oleh Robbins (1995) dan Gibson,et al           (1995) kriteria tentang keefektifan organisasi, antara lain: produktivitas, efisiensi, laba, kualitas, kemangkiran, kepuasan kerja, motivasi, semangat juang, fleksibilitas, ketrampilan interpersonal managerial, pergantian pegawai, dan kesiapan.

Berbagai kriteria efektivitas organisasi sebagaimana yang dikemukakan oleh John P. Campell dirumuskan kembali oleh Gibsson et al (1995:51) dimana kriteria tersebut dihubungkan dengan waktu (dimensi waktu),

Efektivitas organisasi jangka pendek sebagai penentu efektivitas organisasi jangka menengah dan efektivitas jangka menengah menjadi penentu efektivitas organisasi dalam jangka panjang yaitu kelangungan hidup organisasi atau institusi.

Dalam kaitannya dengan efektivitas implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 di lingkungan Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur  maka kriteria efektivitas yang digunakan adalah “fleksibilitas, kesiapan dan pergantian pegawai” sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan perubahan organisasi sebagaimana diatur dalam berbagi peraturan dan perundang-undangan tentang Organisasi Perangkat Daerah dan birokrasi pada umumnya.

Fleksibilitas digunakan sebagai salah satu kriteria efektivitas implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 dalam penelitian ini merupakan salah satu kriteria jangka pendek yaitu menyangkut kemampuan organisasi pemerintah untuk mengalihkan sumber daya dari aktivitas organisasi yang satu ke aktivitas organisasi yang  yang lainnya guna menghasilkan produk dan pelayanan yang baru dan berbeda, serta menanggapi permintaan pelanggan atau tuntutan reformasi.

Santora (1991:72-77) dan Denison dan Mishra (1989:169), mengemukakan bahwa terdapat tiga aspek fleksibilitas mempengaruhi efektivitas organisasi. Pertama, adalah kemampuan dalam menjawab perubahan lingkungan eksternal (persaingan, peraturan pemerintah). Kedua, individu dan kelompok organisasi harus menjawab perubahan individu dan kelompok lain di dalam organisasi yang sama. Ketiga, organisasi harus dapat mengadaptasikan praktik perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian dan kebijakan untuk menjawab perubahan yang ada.

Demi kepentingan jangka panjang maka pengembangan organisasai dan staf merupakan ukuran efektivitas jangka menengah guna menjamin efektivitas organisai melalui investasi sumber daya (melalui pendidikan dan pelatihan, sarana dan prasarana) guna memenuhi permintaan organisasi dan lingkungan mendatang.

Pergantian atau penempatan pegawai dan kesiapan untuk menerima perubahan organisasi sesuai ketentuan supra struktur organisasi dan kemungkinan pengembangannya di masa datang juga digunakan sebagai kriteria efektivitas impelementasi Peraturan Pemerintan Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasai Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dalam implementasi OPD sesuai peraturan pemerintah di atas, secara manajerial sangat diperlukan adanya pengendalian untuk mamastikan sejauhmana tujuan tercapai. Untuk terlaksananya penngendalian (monitoring dan evaluasi) secara efektif dan efisien maka perlu ditetapkan standar kinerja, baik individu, kelompok maupun organisasi secara transparan.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Kumpulan Artikel News Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger