Sejarah Kelahiran Sosiologi

Sejarah Kelahiran Sosiologi 

• Perkembangan Awal
– Para pemikir Yunani kuno beranggapan bahwa masyarakat terbentuk begitu saja (abad ke-5-abad ke-14 M). 


• Abad Pencerahan: Rintisan Kelahiran Sosiologi
– Abad ini ditandai dengan beragam penemuan dibidang ilu pengetahuan


• Abad revolusi: Pemicu Lahirnya Sosiologi
– Terjadi perubahan revolusioner sepanjang abad ke-18 M. 
– Muncul kesadaran akan HAM yang mengaibatkan terjadinya Revolusi Perancis.


• Kelahiran Sosiologi
– Sejumlah ilmuwan menyadari perlunya secara khusus mempelajari kondisi dan perubahan sosial berdasarkan ciri-ciri hakiki masyarakat pada tiap tahap peradaban manusia.
– Sosiologi dicetuskan pertamakali oleh Auguste comte sebagai ilmu positif tentang masyarakat dengan pendekatan makro


• Kelahiran Sosiologi Modern
– Sosiologi lahir di Eropa namun berkembang pesat di Amerika
– Imigrasi di Amerika mengakibatka banya peubahan
– Ilmuwan mempelajari fakta sosial dengan pendekatan baru,pendekatan makro 


Tidak semua pengetahuan merupakan suatu ilmu pengetahuan, pengetahuan yang termasuk ilmu hanyalah pengetahuan yang tersusun secara sistematis. Maksudnya adalah adanya urutan-urutan tertentu yang teratur dari unsur-unsur yang merupakan suatu kebulatan sehingga tergambar jelas garis besar dari ilmu pengetahuan tersebut. 


Sosiologi termasuk ilmu pengetahuan karena sosiologi mengembangkan suatu kerangka pengetahuan yang tersusun dan teruji yang didasarkan pada penelitian ilmiah, dan mendasarkan kesimpulannya pada bukti-bukti ilmiah.
• Pengetahuan √† segala sesuatu yang dialami atau yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari seseorang.
• Ex: kelaparan, kedinginan, kekeringan dan kebanjiran.
• Ilmu Pengetahuan√† pengetahuan yang biasa terjadi, seperti pengetahuan di atas dan bukan sesuatu yang luar biasa, melinkan pengethuan yangdialami dalam kehidupan sehari-hari.


Perbedaan pengetahuan dengan ilmu pengetahuan√† pengetahuan untuk dapat disebut sebagai ilmu pengetahuan haruslah memenuhi syarat sebagai ilmu. 


• Syarat pengetahuan bisa disebut sebagai ilmu pengetahuan:
– Sistematis: mempunyai bentuk susunan dan aturan permainan yang jelas. Hubungan sistematis tersebut anara teori, metode, dan objek dari sebuah ilmu pengetahuan.
– Logis rasional: suatu cara penjelasan yang hasil penjelasannya tersebut dapat dicerna oleh akal sehat/masuk akal, misal orang bertanya “Mengapa terjadi banjir?” yang ditanya menjawab “bahwa banjir terjadi karena volume air meningkat dan tidak tertampung karena hujan lebat. Banjir tidak akan terjadi pada musim kemarau karena di musim kemarau tidak terjadi hujan lebat.
– Obyektif: bahwa kebenaran melekat pada bendanya dan bukan pada orang yang menilainya. 
– Prediktif : memiliki kemampuan untuk meramal atau memprediksi kejadian dikemudian hari, berdasarkan pada data autentik atau data yang dapat dipecaya kebenarannya. 


Sosiologi termasuk sebagai ilmu pengetahuan, apakah syarat-syaratnya ?
  • Apakah sosiologi logis rasional? 
  • Apakah sosiologi sistematis? 
  • Apakah sosiologi obyektif? 
  • Apakah sosiologi prediktif? 
  • Sosiologi bersifat non-etik / non-etis 

Secara umum, dikenal adanya empat kelompok pengetahuan ditinjau dari objeknya, yaitu :
1. Ilmu Matematika
2. Ilmu Pengetahuan Alam
3. Kelompok ilmu social yang menyoroti perilaku manusia, dan sebagainya
4. Kelompok ilmu budya yang terdiri ilmu bahasa, dan sebagainya

Menurut sifatnya, ilmu pengetahuan dapat dibagi dua yaitu :
1. Ilmu eksakta atau biasa disebut ilmu pasti
2. ilmu non eksakta atau biasa disebut ilmu sosial


Dari sudut penerapannya, ilmu pengetahuan dapat dibagi menjadi :
1. Ilmu pengetahuan murni
2. Ilmu pengetahuan terapan


Konsep Dasar Sosiologi
Konsep dasar sosiologi memiliki dua pengertian dasar, yaitu sosiologi sebagai ilmu pengetahuan dan sosiologi sebagai metode. Sosiologi sebagai ilmu berarti sosiologi merupakan kumpulan pengetahuan mengenai kajian masyarakat dan kebudayaan yang disusun secara sistematis dan logis.


Sosiologi sebagai metode berarti sosiologi merupakan cara-cara berpikir untuk mengungkapakan realitas sosial dalam masyarakat dengan prosedur dan teori yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilimiah.



Batasan Pengertian Dan Ruang Lingkup Sosiologi
Istilah sosiologi pertamakali dikemukakan oleh Auguste Comte (Bapak Sosiologi) 
Secara etimologis, Sosiologi berasal dari dua bahasa yakni “ Socius” (Latin) berarti teman, kawan masyarakat. Sedangkan “Logos” (Yunani) berarti kata atau berbicara 
Jadi sosiologi berarti berbicara mengenai teman, kawan, atau masyarakat 
Sebagai sebuah ilmu, sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat dikontrol secara teliti oleh orang lain atau umum 
Ruang lingkup sosiologi meliputi : interaksi sosial antar individu maupun antar kelompok sosial 


Definisi Sosiologi Menurut Para Ahli

Pitirim A. Sorokin 
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial, antara gejala sosial dengan gejala non sosial serta ciri-ciri umum semua jenis gejala sosial lain


Auguste Comte
Ilmu positif tentang masyarakat, jadi masyarakat perlu dipahami dengan cara observasi dan klasiikasi


Max Weber
Ilmu yang behubungan dengan pemahaman interpretatif mengenai aktivitas atau tindakan sosil manusia atau masyarakat


Emile Durkheim
Ilmu yang mempelajari fenomena atau fakta sosial.


Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi

Ilmu kemasyarakatan yang mempelajari tentang struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial


Soerjono Soekanto
Ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat 


Sifat Dan Hakikat Ilmu Sosiologi
a. Sosiologi termasuk rumpun ilmu sosial, bukan ilmu pengetahuan alam atau ilmu kerohanian.
b. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang kategoris, artinya sosiologi membatasi diri dengan apa yang terjadi dan bukan pada apa yang seharusnya terjadi.
c. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang murni (pure science), bukan ilmu pengetahuan terapan (applied science).
d. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak, artinya yang diperhatikan adalah pola dan peristiwa yang terjadi dalam masyarakat.
e. Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum.
f. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang rasional, terkait dengan metode yang digunakannya.
g. Sosiologi termasuk ilmu pengetahuan umum, bukan ilmu pengetahuan khusus. 


Artinya sosisologi mengamati dan mempelajari gejala-gejala yang umum yang ada pada setiap interaksi dalam masyarakat secara umum.

Ciri-ciri sosiologi sebagai berikut :
a. Sosiologi bersifat empiris, karena didasarkan pada pengamatan (observasi) terhadap kenyataan-kenyataan sosial, dan hasilnya tidak bersifat spekulatif.
b. Sosiologi bersifat teoritis, artinya sosiologi selalu berusaha untuk menyusun kesimpulan dari hasil-hasil observasi untuk menghasilkan teori keilmuan.
c. Sosiologi bersifat kumulatif, artinya teori-teori dalam sosiologi dibentuk atas dasar teori-teori yang sudah ada sebelumnya, kemudian diperbaiki, diperluas serta diperdalam.
d. Sosiologi bersifat nonetis, artinya sosiologi tidak mempersoalkan baik-buruknya fakta, tetapi yang lebih penting adalah menjelaskan fakta tersebut secara analitis, dan apa adanya.


Objek Studi Sosiologi
  • Objek studi sosiologi adalah masyarakat, dengan menyoroti atau focus kepada hubungan antarmanusia dalam masyarakat dan proses sebab-akibat yang timbul dari hubungan tersebut.
  • Tujuan Sosiologi adalah meningkatkan daya kemampuan manusia dalam menyesuaikan dirinya dengan lingkungannya.

Kegunaan Sosiologi

Sosiologi mempunyai empat macam kegunaan yaitu :

a. Perencanaan Sosial
Perencanaan adalah kegiatan yang mempersiapkan untuk masa depan kehidupan masyarakat secara ilimah dan memiliki tujuan untuk mengatasi berbagai hambatan.


b. Penelitian
Dalam bidang penelitian sosiologi memiliki kelebihan dibandingkan ilmu-ilmu yang lain, karena :
  • Memahami simbol kata-kata, kode serta berbagai istilah
  • Pemahaman terhadap pola-pola tingkah laku manusia
  • Kemampuan mempertimbangkan fenomena sosial
  • Kehati-hatian dalam menjaga pemikiran yang rasional


c. Pembangunan
Pembangunan merupakan proses perubahan di segala bidang kehidupan yang dilakukan secara sengaja berdasarkan rencana tertentu. Dalam pembangunan terdapat beberapa tahap, yaitu ;
  • Perencanaan
  • Penerapan
  • Evaluasi

d. Pemecahan masalah sosial
Masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur sosial yang membahayakan kehidupan masyarakat
 

Kumpulan Artikel News Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger